Home > News

Tersangka Pemilik Harimau di Samarinda Pelihara Macan Dahan

Macan dahan termasuk salah satu satwa yang dilindungi.
Macan dahan milik AR, yang kini telah disita. (Ist)

Kaltimtara, Republika – Tersangka AR, pengusaha di Samarinda yang memiliki harimau dan menewaskan karyawannya, Suprianda (27), ternyata memelihara macan dahan.

Ia memelihara macan Dahan atau neofelis nebulosa di kediamannya, di Jalan Wahid Hasyim II, Kelurahan Sempaja Barat No 99, Kota Samarinda, Kaltim.

Polisi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim menemukan hewan terancam punah itu, saat melakukan penggeledahan di rumah tersangka.

Kepala Polresta Samarinda, Kombes Pol. Ary Fadli menjelaskan, kucing berukuran besar tersebut ditemukan saat proses evakuasi harimau yang menerkam Suprianda.

"Usai mengevakuasi harimau, tim melakukan penggeledahan dan ternyata ditemukan ada macan mirip macan dahan. Namun masih dugaan, kita belum tahu jenisnya," ujar Ary Fadli kepada wartawan.

Ia menjelaskan macan dahan itu telah ditangani tim BKSDA. Pihaknya segera meminta bantuan BKSDA untuk dilakukan evakuasi lagi.

“Untuk dibawa ke tempat yang aman," ujar Ary Fadli.

Terkait asal muasal harimau dan macan dahan tersebut, menurut Ary, pemilik mengaku mendapatkannya dari seseorang di Jakarta. "Infonya dari Jakarta," ujarnya.

Ia memastikan, tersangka pemilik harimau dikenakan pasal berlapis. Ia diduga melakukan tindak pidana kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP.

Termasuk dikenai Pasal 21 ayat 2 juncto pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

"Ancaman masing-masing pasal lima tahun penjara," jelasnya.

Indonesia dikenal memiliki macan dahan yang dilindungi. Bahkan setiap tanggal 4 Agustus, para aktivis konservasi memperingati Hari Macan Dahan Sedunia atau World Clouded Leopard Day. Peringatan ini sebagai penanda perlindungan satwa liar. Indonesia juga memiliki macan dahan yang dilindungi, bahkan ada jenis yang satu-satunya di dunia. Hewan ini di Kalimantan dan Sumatra.

Dilaporkan sebelummya, korban tewasnya pria bernama Suprianda, dikenal sebagai pekerja ulet. Ia sudah bekerja selama tiga tahun untuk memberi makan harimau yang dipelihara AR. Korban meninggalkan dua orang anak dan seorang istri yang tengah hamil.

Kronologi meninggalnya Suprianda, ditemukan tewas dalam kandang harimau. Kejadian itu terungkap saat istri korban penasaran karena handphone milik suaminya tidak diangkat ketika dihubungi. Sang istri lantas menghubungi majikan suaminya.

Majikan bernama AR, lantas meminta pembantunya memanggil Suprianda. Namun, menurut informasi pembantunya, korban tidak merespon meski sudah diteriaki dari luar kandang. Akhirnya, sang majikan berinisiatif mencari tahu secara langsung, dengan cara datang ke kandang harimau.

Naas, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia akibat terkaman harimau.

Untuk mengeluarkan korban dari kandang harimau, butuh usaha keras. Majikan korban dibantu karyawan lainnya berusaha mengalihkan perhatian harimau agar mau pindah kandang.

Editor: Rudi Agung

× Image