Home > News

Pimpin Paripurna, Ketua Parlemen Balikpapan Ajak Doa untuk Palestina

Ia juga mengajak warga Balikpapan melakukan shalat Ghaib untuk korban genosida di Gaza.
Ketua Parlemen Balikpapan, Abdulloh.

KALTIMTARA, REPUBLIKA – Ketua Parlemen Balikpapan, Abdulloh memimpin Rapat Paripurna ke-26 masa sidang III tahun 2023 di Gedung DPRD Balikpapan, Rabu (22/11/2023). Rapat kali ini tak seperti biasanya.

Sebab, Abdulloh membuka sidang dengan meminta peserta Paripurna untuk mendoakan rakyat Palestina bersama-sama. Berharap genosida yang terjadi di Gaza bisa segera berakhir.

Ia bilang, sudah saatnya perlu mengembalikan semangat kemanusiaan dan moralitas sebagai sesama Muslim dan sebagai sesama manusia.

Menurutnya gempuran Israel di tanah Palestina sebagai pembantaian sehingga Indonesia umumnya, dan Balikpapan khususnya, perlu berdoa bersama agar rakyat Palestina bisa kembali damai.

"Moralitas kemanusiaan, bahwa Palestina sedang teraniaya, apalagi kita sebagai umat Muslim. Sedangkan bukan umat Muslim pun dilihat dari sisi kemanusiaan dibantai begitu. Siapa tidak prihatin," ujar Abdulloh.

Ketua Parlemen Balikpapan berharap, rakyat Palestina bisa kembali tentram dan pembantaian Israel bisa segera diakhiri.

Ia juga mengajak warga Balikpapan melakukan doa bersama. Bahkan, jika diperlukan patut kiranya melakukan shalat Ghaib untuk mendoakan korban genosida di Gaza.

"Kita doakan sama-sama, kalau perlu sholat Ghaib. Kami prihatin dengan penyiksaan di Palestina. Umat Muslim tetap mendoakan saudara-saudara kita di Palestina agar cepat selesai masalahannya," ujar Abdulloh.

Usai menghelat Paripurna Parlemen Balikpapan, Abdulloh menyebut, total APBD Balikpapan tahun 2024 sekitar Rp 3,33 triliun.

APBD tahun 2024, ujarnya, berasal dari Pendapatan Asli Daerah Balikpapan, dana bagi hasil pemerintah pusat dan provinsi. Termasuk berasal dari anggaran pemasukan lainnya.

"APBD Balikpapan tahun 2024 sekitar 3,33 triliun, mudah-mudahan nanti setelah ada kesepakatan hari Jumat, penandatanganan nota kesepakatan RAPBD, kemudian dievaluasi gubernur,” ujarnya.

“Setelah dievaluasi, baru ada kepastian ril, diubah atau tidak, dievaluasi atau tidak," imbuhnya.

Korban Genosida Terus Bertambah

Dilaporkan sebelumnya, Direktur Jenderal Kantor Media Palestina, Ismail Al-Thawabta menyampaikan pada Ahad malam (19/11/2023), serangan zionis Israel di hari ke-44, masih terus gencar.

Kantor media pemerintah mengumumkan jumlah syahid dan korban wafat akibat genodisa di Gaza, terus bertambah drastis menjadi 13 ribu orang lebih. Dari jumlah itu, sebanyak 5.500 di antaranya anak-anak, dan 3.500 perempuan.

“Genosida dan pemusnahan massal meningkat terhadap ribuan rakyat Palestina kami yang hingga kini masih bersabar mempertahankan tanah air,” terang Kantor Media Palestina, seperti dilaporkan Palestine Information Centre.

Kementerian Pendidikan, mengatakan lebih dari 5.000 anak, termasuk lebih dari 3.000 siswa, telah menjadi martir sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu.

Dalam keterangan persnya pada Senin, Kementerian Pendidikan menyatakan adegan pembunuhan anak-anak dan pelajar di Jalur Gaza telah melampaui semua norma dan konvensi.

Adegan mengerikan ini, yang disaksikan di layar televisi dan diedarkan media, mengungkap mentalitas Israel dan terus menerus menargetkan pendidikan di seluruh provinsi di negara tersebut.

Di antara para korban rakyat Palestina, korban tenaga medis juga bertambah menjadi 201 dokter, perawat, dan paramedis. Sedangkan 22 aparat pertahanan sipil wafat, bahkan 60 jurnalis ikut gugur.

“Terakhir syahidnya jurnalis, Bilal Jadallah, kepala Yayasan Gedung Pers,“ ujarnya.

Selain itu, jumlah warga Gaza yang hilang juga meningkat menjadi lebih dari 6.000 orang, baik di bawah reruntuhan atau tubuh mereka tergeletak di jalanan dan jalan raya.

Adapun jumlah korban luka melebihi 30 ribu orang, sekitar 75% di antaranya anak-anak dan perempuan.

Editor: Rudi Agung

× Image