Home > Serba Serbi

Selfie Dulu, Diroket Al Qassam Kemudian

Tank Merkava hancur hanya dengan roket Yasin 105, buatan Al Qassam.
Kapten Eitan Fisch dan Sersan Yakir Yedidya foto bersama dalam tank merkava. (IG)

KALTIMTARA, REPUBLIKA – Kematian dua tentara Zionis Israel, Sersan Yakir Yedidya Schenkolewski dan Kapten Eitan Fisch menjadi sorotan. Musababnya, sebelum nyawa mereka meregang, keduanya sempat melakukan foto selfie di dalam tank Merkava IV.

Belakangan, tank Merkava itu hancur lebur dihantam roket Al Qassam. Yakir Yedidya dan Eitan Fisch, tewas seketika. Brigade Al Qasaam merilis video penghancuran tank dan alat tempur Israel tersebut. Pihak Pasukan Pertahanan Israel atau IDF membenarkan kematian prajuritnya dalam pertempuran di Gaza.

Bahkan, bukan hanya dua tentara yang tewas. Melainkan tiga. Salah satu di antara mereka bahkan perwira berpangkat kapten.

Dilaporkan Israel Hayom, Selasa (5/12/2023), ketiga tentara Israel tewas akibat hantaman roket pasukan sayap militer Hamas Palestina, Brigade Al Qassam, pada Senin (4/12/2023).

Ketiga prajurit tentara Zionis Israel yang tewas itu dipastikan anggota Batalyon ke-53 Brigade Lapis Baja Barak ke-188 Komando Utara IDF. Mereka yang dilaporkan tewas, Sersan Staf Tuval Yaakov Tsanani (20), asal kota Kiryat Gat Distrik Selatan Israel dan Sersan Yakir Yedidya Schenkolewski (21), dari Desa Migdal Oz, Tepi Barat. Satu tentara Zionis lain yang tewas, Kapten Eitan Fisch (23), dari kota Peduel, Tepi Barat.

Beberapa saat sebelum tewasnya Fisch dan Yedidya, sempat melakukan foto bersama dalam Tank Merkava Mark IV yang diawakinya. Foto itu menjadi momen terakhir antara komandan dan anak buah, sebelum kendaraan lapis baja itu hancur lebur dihantam roket anti-tank Yassin 105, buatan Al Qassam.

Foto keduanya tersebar viral global dan menjadi bahan olok-olok dan ungkapan rasa syukur. Pihak Israel menyatakan, jumlah prajuritnya yang tewas di Gaza dalam perang paska gencatan senjata 1 Desember 2023, berjumlah 77 orang. Namun, junlah korban tewas sebenarnya disinyalir sengaja disembunyikan.

Pejuang Hamas berjaga di terowongan. (dok. Ashraf Amra)

Hamas Tetap Tangguh

The Washington Post menyebutkan Hamas masih mempertahankan kekuatannya meski sudah 60 hari berlalu sejak genosida di Gaza dilakukan Israel. Media itu mengabarkan, dalam sebuah laporan, operasi militer di Jalur Gaza utara masih jauh dari usai, meski Gaza telah rata dengan tanah.

Laporan itu menukil para pejabat militer yang mengatakan pertempuran di Gaza akan sangat sulit dan Hamas telah mempersiapkan seluruh infrastrukturnya.

The Washington Post mengutip kepala departemen intelijen di perusahaan konsultan risiko Le Beck International yang mengatakan akan sulit bagi Israel untuk sepenuhnya menghancurkan kemampuan rudal Hamas. Sebab banyak dari rudal itu diproduksi lokal.

Pejabat Israel, yang enggan mengungkap identitasnya, menyatakan operasi tentara pendudukan di selatan Jalur Gaza berbeda dengan operasi di utara. The Washington Post menjelaskan pertempuran sesungguhnya di Gaza belum dimulai, bahkan sepertiga terowongan Hamas masih utuh.

Bahkan meski dua bulan telah berlalu sejak genosida, Hamas masih mampu meluncurkan roket ke wilayah yang ditempati Israel. Hamas juga menembakkan sejumlah roket ke arah Israel selatan pada Selasa (5/12/2023). Salah satu roketnya bahkan menghantam bangunan perumahan di kota Ashkelon.

Dalam rilis terbarunya, Al-Qassam melaporkan telah terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan pendudukan di seluruh wilayah penyerangan ke Jalur Gaza. “Kami telah menghitung kehancuran total atau sebagian dari 24 kendaraan militer hanya di wilayah pertempuran di kota Khan Yunis,” bunyi pernyataan itu.

Pihak Al Qassam menargetkan 18 tentara. Selain itu, penembak jitu Al Qassam membunuh dan melukai delapan tentara Israel. Mereka menghancurkan konsentrasi militer dengan sistem rudal jarak pendek, dan mengarahkan serangan rudal yang intens ke pelbagai sasaran dengan jangkauan berbeda.

Brigade Al Qassam juga menerbitkan video penyerangan di kantung-kantung yang ditempati tentara IDF. Para pejuang Palestina itu muncul dari bawah tanah, tepat di atas posko kemah yang didirikan Zionis. Para pejuang langsung membidik posko tentara Israel itu dengan ranjau dan tembakan. Dilaporkan, sedikitnya 60 tentara IDF tewas dan terluka.

Editor: Rudi Agung

× Image