• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Visitor
  • Kerja Sama
sekitarkaltim.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
    • All
    • Business
    • Science
    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Pupuk Kaltim

    Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung

    Kembali Torehkan Prestasi, Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9

    Kembali Torehkan Prestasi, Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9

    Regulasi Lengkap WFH untuk Swasta

    Regulasi Lengkap WFH untuk Swasta

    Kemenag Perkuat Literasi Digital Bagi Siswa dan Santri

    Kemenag Perkuat Literasi Digital Bagi Siswa dan Santri

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Regional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Sports
  • Sosok
  • Kolom
  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • All
    • Business
    • Science
    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Pupuk Kaltim

    Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung

    Kembali Torehkan Prestasi, Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9

    Kembali Torehkan Prestasi, Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9

    Regulasi Lengkap WFH untuk Swasta

    Regulasi Lengkap WFH untuk Swasta

    Kemenag Perkuat Literasi Digital Bagi Siswa dan Santri

    Kemenag Perkuat Literasi Digital Bagi Siswa dan Santri

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Regional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Sports
  • Sosok
  • Kolom
  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
No Result
View All Result
sekitarkaltim.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Regional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Sports
  • Sosok
  • Kolom
  • Lifestyle
Home News

Indonesia Masuk Tiga Besar Negara Rawan Bencana Alam Terutama Banjir

Sekitar Kaltim by Sekitar Kaltim
27 September 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
Share on FacebookShare on Twitter
Bencana banjir masih menjadi ancaman di beberapa daerah di Indonesia. 
Bencana banjir masih menjadi ancaman di beberapa daerah di Indonesia.

REPUBLIKA NETWORK, SEKITARKALTIM – Ketidaksetaraan sosial dan sistem mitigasi lemah membuat dampak bencana alam semakin signifikan. Laporan Risiko Global tahun ini berfokus pada banjir.

Dalam Laporan Risiko Global 2025, memfokuskan kajiannya pada banjir, sebagai bencana alam yang semakin sering terjadi dan berdampak global.

Dampaknya tak hanya merusak infrastruktur tapi juga mengancam stabilitas sosial dan ekonomi jangka panjang. Laporan ini mengkaji penyebab banjir, dampaknya terhadap masyarakat, serta solusi berbasis alam dan kebijakan untuk meningkatkan ketahanan terhadap risiko banjir.

Indonesia berada di urutan ketiga sebagai negara yang rawan bencana.

Adapun Filipina menduduki pemuncak peringkat negara dengan risiko paling tinggi untuk menjadi korban bencana alam, disusul India dan Indonesia.

Laporan Risiko Global ini diterbitkan aliansi organisasi bantuan kemanuasaan dan pembangunan Jerman, Bündnis Entwicklung Hilfe, besserte Institut Hukum Humaniter dan Perdamaian (IFHV) Rühr-Universität Bochum.

Negara-negara lain yang masuk 10 besar negara-negara berisiko adalah yakni Kolombia, Meksiko, Myanmar, Mozambik, Rusia, Cina, dan Pakistan.

Banjir terbagi dalam tiga kelompok utama.

Pertama, Banjir Fluvial yang terjadi saat air sungai meluap setelah hujan deras atau pencairan salju seperti yang terjadi di Pakistan saat monsun (pergantian arah angin musiman) atau banjir Ahr di Jerman (2021).

Kedua, Banjir Pluvial yang diakibatkan curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas tanah atau drainase kota – kerap terjadi di Jakarta karena tingginya urbanisasi membuat resapan yang rendah.

ArtikelTerkait

Kembali Torehkan Prestasi, Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9

Regulasi Lengkap WFH untuk Swasta

Kemenag Perkuat Literasi Digital Bagi Siswa dan Santri

Ketiga, Banjir Pesisir yang disebabkan pasang laut, badai, atau Tsunami – hal ini kerap diperparah dengan kenaikan permukaan air laut akibat perubahan Iklim.

Banjir pesisir kerap melanda Filipina, Maladewa, bahkan kota pesisir seperti Semarang atau Jakarta Utara.

Alasan Indonesia Ada di Urutan Tiga Besar

Secara geografis Filipina negara kepulauan yang sangat rentan bencana alam seperti badai tropis, tsunami, dan kenaikan permukaan laut.

Sama halnya dengan Indonesia, yang ditambah dengan faktor "ring of fire” yang memungkinkan lebih banyak bencana letusan gunung berapi.

Sedang India dengan luasnya wilayah daratan memiliki banyak sungai besar dengan dataran rendah rawan banjir dan padat populasi.

Ketiga negara ini memiliki kerentanan sosial ekonomi dengan daerah miskin dan kepadatan tinggi, yang menyulitkan evakuasi. Infrastruktur yang ada juga masih belum memadai.

Selain itu, sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di Filipina walau sudah tergolong maju, namun belum menjangkau pulau terpencil.

Sedangkan di India keterbatasan koordinasi antar wilayah masih beramasalah dan di Indonesia integrasi teknologi dan koordinasi nasional terkait mitigasi bencana masih tergolong lemah.

Faktor seperti urbanisasi yang cepat, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim semakin memperburuk dampak bencana di ketiga negara tersebut.

Afrika Tergolong Sangat Rentan

Secara global negara-negara di Afrika juga tergolong sangat rentan, terutama Republik Afrika Tengah, Somalia, Chad, Sudan Selatan, dan Republik Demokratik Kongo.

Para ahli mengelompokkan faktor-faktor seperti ketimpangan sosial atau sistem kesehatan yang lemah, yang semakin memperburuk dampak bencana alam.

Perubahan iklim juga memperburuk situasi, memicu bencana alam lebih sering dan lebih ekstrem terjadi.

Bencana alam ekstrem melampaui kapasitas sistem perlindungan dan menyebabkan kerusakan semakin parah. Demikian dipaparkan Laporan Risiko Global yang diterbitkan bersamaan dengan indeks tersebut.

Untuk periode antara 2020 dan 2024, para penulis studi memperkirakan kerusakan akibat banjir di seluruh dunia mencapai 325 miliar dolar atau sekitar Rp 5400 triliun.

Penyebabnya tidak hanya terletak pada proses alam, tetapi juga pada urbanisasi dan pengalih fungsian lahan yang terus berlanjut.

Laporan Risiko Global turut mendesak agar dilakukan perlindungan iklim dan lingkungan yang lebih baik serta peningkatan investasi dalam pencegahan bencana. Selain itu, laporan turut memperingatkan agar anggaran bantuan pembangunan tidak dikurangi.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman I Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Deutsche Welle I Republika

Tags: BanjirKaltimBanjirSamarindaDapurUmumkaltimkaltimrepublikakaltimtararepublikasamarindaSekitarkaltim
Previous Post

Tiga Nama Mengemuka dalam Bursa Calon Ketua Umum PPP

Next Post

BI Turunkan Suku Bunga: Dorong Pelonggaran Moneter, Tingkatkan Likuiditas

Sekitar Kaltim

Sekitar Kaltim

Next Post

BI Turunkan Suku Bunga: Dorong Pelonggaran Moneter, Tingkatkan Likuiditas

Universitas Mulawarman Samarinda Akselarisasi Digitalisasi Kampus

Meski Palestina Diakui, Penjajah Israel Terus Tingkatkan Eskalasi Pembantaian

Terkini

  • Mengulik Akar Historis Lomba Cerdas Cermat
  • Jejak Indri, Sang Juri LCC MPR yang Disorot Publik
  • Pemprov Dukung Pembangunan PTUN di Kaltara
sekitarkaltim.id

Media regional yang menyajikan beragam kanal dengan mengangkat pelbagai isu general dan segmented.

Sejak awal mengudara, media siber ini jejaring dari Republika Network. Seiring waktu, tepatnya sejak 25 Desember 2025, Sekitarkaltim.id bermigrasi menjadi bagian dari jaringan Cendana Network.

Kanal

  • Business
  • Fashion
  • HEADLINE
  • Lifestyle
  • Mancanegara
  • News
  • Politik
  • Regional
  • Science
  • Serba Serbi
  • Sosok
  • Sports
  • Tech

Alamat Redaksi

Jalan Adil Makmur No. 10, Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Kontak Iklan:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
iklan@sekitarkaltim.id I redaksi@sekitarkaltim.id

redaksisekitarkaltim@gmail.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Visitor
  • Kerja Sama

© 2022 Sekitarkaltim.id - Cendana Network. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Regional
  • News
  • Mancanegara
  • Politik
  • Sports
  • Sosok
  • Serba Serbi
  • Kolom
  • Pariwara
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Balikpapan
    • Pemkot Balikpapan
    • Pemkab PPU
    • Pemkab Berau

© 2022 Sekitarkaltim.id - Cendana Network. All Right Reserved.