• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Visitor
  • Kerja Sama
sekitarkaltim.id
Advertisement
  • Beranda
  • News
    • All
    • Business
    • Science
    2.199 Dai Dikirim ke Daerah 3T

    2.199 Dai Dikirim ke Daerah 3T

    SMSI: Regulasi Pers Harus Lebih Adaptif

    SMSI: Regulasi Pers Harus Lebih Adaptif

    Peserta LCC Empat Pilar MPR Tolak Tanding Ulang

    Peserta LCC Empat Pilar MPR Tolak Tanding Ulang

    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Pupuk Kaltim

    Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Regional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Sports
  • Sosok
  • Kolom
  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • All
    • Business
    • Science
    2.199 Dai Dikirim ke Daerah 3T

    2.199 Dai Dikirim ke Daerah 3T

    SMSI: Regulasi Pers Harus Lebih Adaptif

    SMSI: Regulasi Pers Harus Lebih Adaptif

    Peserta LCC Empat Pilar MPR Tolak Tanding Ulang

    Peserta LCC Empat Pilar MPR Tolak Tanding Ulang

    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Cak Imin Targetkan Tahun Ini Kemiskinan Ekstrem 0 Persen

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Ancaman Mikroplastik Intai Ekosistem Laut dan Keamanan Pangan

    Pupuk Kaltim

    Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Regional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Sports
  • Sosok
  • Kolom
  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
No Result
View All Result
sekitarkaltim.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Regional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Sports
  • Sosok
  • Kolom
  • Lifestyle
Home Lifestyle Fashion

Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

Newsroom SK by Newsroom SK
28 Desember 2025
in Fashion, Lifestyle
Reading Time: 7 mins read
Prediksi Tren Fashion 2026: Estetika yang Bakal Dominasi Dunia Mode

Kembalinya elemen renda dan romantisme, digadang-gadang maish menjadi tren fashion untuk tahun 2026. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Industri fashion terus berevolusi setiap tahun, dan tahun 2026 diprediksi tahun penuh eksperimen, ekspresi diri, sekaligus evolusi estetika klasik dan futuristik.

Menurut sejumlah laporan tren global termasuk Pinterest Predicts, Vogue, dan berbagai analisis fashion forecasting terbaru, ada banyak perubahan yang akan membentuk gaya berpakaian tahun depan.

Kembalinya Elemen Renda dan Romantisme

Salah satu prediksi tren yang kuat untuk 2026 adalah dominasi renda (lace) dan tekstur romantis pada pakaian wanita — dari rok maxi lace sampai celana dengan bahan halus.

Di Eropa, permintaan untuk skirt renda diproyeksikan meningkat sekitar +20% di EU dan +13% di AS.

Dominasi renda (lace) dan tekstur romantis menjadi salah satu tren mode yang kuat dan terus berkembang dalam pakaian wanita saat ini hingga tahun 2025 dan tahun depan.

Sejumlah aspek utama dari tren ini, antara lain: Renda akan mengalami kebangkitan mode yang signifikan, tampil lebih serbaguna, elegan, dan jauh dari kesan kuno.

Renda tidak lagi hanya untuk acara formal, tetapi juga terintegrasi dalam gaya kasual sehari-hari.

Selanjutnya gaya romantis dalam fashion menampilkan kesan feminin, manis, dan anggun, dengan dominasi garis desain yang lembut. Ini mencakup berbagai gaya, seperti: Dark Romance atau perpaduan romantis dengan nuansa gelap dan sentuhan modern yang edgy, menarik minat Gen Z.

Ada pula model coquette, sebuah gaya yang sangat feminin, sering kali menampilkan pita, renda, dan elemen manis lainnya. Termasuk ladylike dressing atau tampilan elegan dan modern, yang sering kali memanfaatkan detail seperti renda untuk memberikan kesan anggun.

ArtikelTerkait

Tren Fashion Lebaran 2026: Dominasi Earth Tone, Gaya Minimalis

Pandangan Psikolog soal Bersahabat dengan Mantan

Warna dan Nuansa Estetika Baru

Warna “Cloud Dancer” — shade off-white lembut dari Pantone Color of the Year 2026 — semakin populer di runway dan tren fashion kasual, memberi nuansa tenang dan fleksibel yang cocok untuk berbagai gaya.

Fashion 2026 juga dipengaruhi oleh estetika nostalgic seperti Dark Academia dan poetcore, menonjolkan tweed, corduroy, layering klasik, serta kalem warna tanah yang memberi kesan intelektual dan timeless. Pencarian internet untuk poetcore naik hingga +175% sepanjang 2025.

Tahun depan juga digadang-gadangkan tren pakaian dengan volume yang lebih dramatis — seperti oversized maxi skirts, balloon silhouettes, dan struktur potongan arsitektural yang menonjolkan bentuk unik tubuh pemakai.

Blazer terus menjadi wardrobe staple di 2026. Versi terbaru termasuk collarless blazer, belted blazer, dan shoulder-pad silhouettes yang mencerminkan keseimbangan antara klasik dan kontemporer.

Pencarian untuk trench coat dress dan funnel neck jacket melonjak signifikan, menunjukkan minat fashionista terhadap outerwear yang versatile dan struktural — dari jaket architectural sampai trench yang bisa jadi statement outfit sendiri.

Sustainable dan Techwear Lifestyle

Kesadaran lingkungan terus memengaruhi fashion 2026: sustainable casual wear dengan bahan ramah lingkungan dan techwear yang praktis diprediksi tetap relevan karena konsumen makin peduli pada fashion yang bertanggung jawab sosial.

Sneaker berbahan patent leather diprediksi jadi salah satu trend besar 2026, semakin populer lewat selebritas dan fashion influencer dunia. Aksesori statement seperti pendant necklaces juga makin diminati, memberikan sentuhan glamor pada outfit sehari-hari.

Motif checked, seperti gingham dan windowpane check, mengalami pertumbuhan pencarian dan diperkirakan akan tampil di berbagai item dari shirt hingga outerwear, terutama di musim semi-panas.

Salah satu pergeseran besar adalah ke arah genderless fashion, di mana batas antara pakaian pria dan wanita semakin kabur, dengan fokus pada desain universal, silhouette fleksibel, dan kenyamanan sehari-hari.

Tren futuristik seperti holografik, opalescent tones, dan material 3D diberi nama estetik seperti “extra celestial” atau “techno-romanticism” yang memadukan teknologi dengan nuansa lembut dan ekspresif.

Di 2026, aksesori berukuran besar—mulai dari anting, cincin, hingga tas bergaya hobo—bertindak sebagai focal point dari seluruh look. Di era ini, aksesori tidak hanya sebagai pelengkap tetapi menjadi statement piece utama.

Formal wear makin lentur: kombinasi relaxed tailoring dengan elemen casual menjadikan outfit profesional lebih nyaman tanpa mengurangi estetika.

Earthy Tones dan Palette Natural

Selain Cloud Dancer, palette earthy seperti khaki dan sage diprediksi kuat di 2026, menunjukkan tren fashion yang lebih organik dan bersahaja.

Tren fashion tahun depan juga merangkul estetika function meets fashion — pakaian praktis dengan fitur fungsional seperti kantong utility, fabric tahan air, dan desain modular.

AI dan Personalisasi Fashion

Teknologi AI akan makin mengubah cara kita berpakaian: dari rekomendasi outfit berbasis data tubuh hingga virtual try-on, sehingga tren bukan hanya diikuti, tapi dipersonalisasi untuk setiap individu.

Tahun 2026 diperkirakan menjadi era “quiet luxury” — fokus pada kualitas, craftsmanship, dan material premium, bukan sekadar logo mencolok di pakaian.

Akhirnya, tren fashion 2026 menunjukkan bahwa pakaian bukan hanya soal estetika, tetapi juga cara mengekspresikan mood, personal identity, dan gaya hidup — sebuah evolusi dari konsumsi pasif menjadi ekspresi aktif.

Tahun 2026 akan menjadi era fashion yang kaya variasi — dari romantisme lace, neutral palette Pantone, nostalgia klasik, hingga futurisme inovatif. Tren ini tidak hanya melibatkan apa yang kita pakai, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dengan fashion sebagai medium ekspresi diri.

Ladylike dressing, salah satu tren fashion yang bakal dominan tahun depan. (pexels/Alipazani)

Arah Baru Gaya Global Lebih Personal dan Futuristik

Industri fashion dunia memasuki fase baru menjelang 2026. Tidak lagi sekadar mengikuti musim, tren fashion kini dibentuk perubahan gaya hidup, teknologi digital, kesadaran lingkungan, serta kebutuhan akan ekspresi diri.

Laporan dari McKinsey & Company: The State of Fashion Outlook tahun 2025 dan Pinterest Predicts menunjukkan konsumen global semakin selektif, berorientasi nilai, dan menginginkan fashion yang relevan secara emosional dan fungsional.

Tren romantis tidak lagi identik dengan gaya klasik. Di 2026, renda dan material sheer hadir dengan sentuhan modern—dipadukan dengan blazer struktural, denim, atau boots.

Menurut data Heuritech AI Fashion Forecasting, visual lace skirt dan sheer top meningkat signifikan di media sosial sejak akhir 2024, menandakan pergeseran romantisme ke arah yang lebih edgy dan urban.

Warna 2026 berfokus pada ketenangan visual. Selain Cloud Dancer (off-white lembut), palet warna seperti warm beige, muted sage, clay brown, dan pale grey mendominasi.

Pantone menekankan bahwa warna-warna ini mencerminkan kebutuhan psikologis manusia akan stabilitas di tengah ketidakpastian global—membuat fashion menjadi sarana “emotional comfort”.

Blazer, setelan, dan tailored wear mengalami transformasi besar. Potongan tetap rapi, tetapi lebih longgar, breathable, dan mudah dipadukan dengan pakaian kasual.

Data Vogue Business 2025 mencatat peningkatan minat pada “relaxed tailoring” karena meningkatnya sistem kerja hybrid dan gaya hidup mobile.

Fashion 2026 menekankan bentuk dan volume. Rok balon, jaket arsitektural, dan celana wide-leg bukan sekadar tren, tetapi simbol kebebasan bergerak dan ekspresi diri. Desainer menggunakan pendekatan sculptural untuk menciptakan pakaian yang terlihat artistik namun tetap wearable.

Isu keberlanjutan tidak lagi sekadar jargon. Konsumen menuntut transparansi material, rantai pasok, dan dampak lingkungan.

Laporan McKinsey Sustainability in Fashion 2025 menunjukkan lebih dari 67% konsumen Gen Z bersedia membayar lebih untuk brand yang benar-benar berkelanjutan, bukan sekadar greenwashing.

Pakaian dengan banyak fungsi—kantong tersembunyi, bahan tahan air, wrinkle-free fabric—akan semakin diminati. Tren ini dipicu oleh gaya hidup aktif, perjalanan singkat (short trips), dan urban mobility. Fashion 2026 menggabungkan estetika dan efisiensi dalam satu desain.

Sneaker tetap populer, namun tampil lebih sleek dengan material premium seperti kulit patent dan recycled leather. Tas berukuran medium dengan desain fungsional menjadi favorit. Aksesori besar tetap ada, tetapi dipilih secara selektif sebagai statement, bukan berlebihan.

AI mengubah cara orang berbelanja dan berpakaian. Mulai dari virtual fitting, rekomendasi warna berdasarkan skin tone, hingga desain berbasis data preferensi pribadi. Menurut Business of Fashion Tech Report 2025, personalisasi berbasis AI menjadi faktor utama loyalitas konsumen di industri fashion.

Batas gender dalam fashion semakin kabur. Potongan universal, warna netral, dan desain adaptif menjadi standar baru.

Brand global mulai mengurangi label “menswear” dan “womenswear”, menggantinya dengan koleksi berbasis fungsi dan gaya.

Alih-alih futuristik ekstrem, tren 2026 mengarah pada futurisme yang hangat—material berkilau halus, efek opalescent, dan tekstur 3D ringan yang tetap nyaman dipakai sehari-hari. Ini mencerminkan hubungan manusia dan teknologi yang semakin harmonis.

Logo besar mulai ditinggalkan. Konsumen lebih menghargai detail jahitan, kualitas bahan, dan keawetan produk. Tren “quiet luxury” menunjukkan pergeseran dari konsumsi impulsif ke investasi jangka panjang dalam fashion.

Fashion 2026 bukan sekadar mengikuti tren, tetapi mewakili identitas, nilai, dan gaya hidup.

Prediksi tren fashion 2026 memperlihatkan satu benang merah: fashion menjadi lebih manusiawi. Lebih personal, lebih sadar lingkungan, lebih fleksibel, dan lebih bermakna.

Bukan tentang apa yang paling viral, tetapi apa yang paling relevan dengan diri sendiri dan dunia sekitar.

Mila, diolah dengan bantuan AI

Tags: Cendana Networklifestylesekitarkaltim.idtren fashiontren fashion 2026
Previous Post

Riset: Segudang Manfaat Memaafkan untuk Kesehatan

Next Post

Utang Pemerintah dari Reformasi sampai Akhir 2025

Newsroom SK

Newsroom SK

Next Post
Utang Pemerintah dari Reformasi sampai Akhir 2025

Utang Pemerintah dari Reformasi sampai Akhir 2025

Prakiraan Cuaca Kaltim 28 Desember: Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Kaltim 28 Desember: Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah

Cuaca Balikpapan 28 Desember: Hujan Lokal Jelang Tahun Baru

Cuaca Balikpapan 28 Desember: Hujan Lokal Jelang Tahun Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

  • Gubernur Kaltara Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban
  • Ribuan Massa Bakal Kembali Geruduk Kantor Gubernur Kaltim
  • UU Kesehatan Digugat ke MK
sekitarkaltim.id

Media regional yang menyajikan beragam kanal dengan mengangkat pelbagai isu general dan segmented.

Sejak awal mengudara, media siber ini jejaring dari Republika Network. Seiring waktu, tepatnya sejak 25 Desember 2025, Sekitarkaltim.id bermigrasi menjadi bagian dari jaringan Cendana Network.

Kanal

  • Business
  • Fashion
  • HEADLINE
  • Lifestyle
  • Mancanegara
  • News
  • Politik
  • Regional
  • Science
  • Serba Serbi
  • Sosok
  • Sports
  • Tech

Alamat Redaksi

Jalan Adil Makmur No. 10, Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Kontak Iklan:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
iklan@sekitarkaltim.id I redaksi@sekitarkaltim.id

redaksisekitarkaltim@gmail.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Visitor
  • Kerja Sama

© 2022 Sekitarkaltim.id - Cendana Network. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Regional
  • News
  • Mancanegara
  • Politik
  • Sports
  • Sosok
  • Serba Serbi
  • Kolom
  • Pariwara
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Balikpapan
    • Pemkot Balikpapan
    • Pemkab PPU
    • Pemkab Berau

© 2022 Sekitarkaltim.id - Cendana Network. All Right Reserved.