CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan gelombang ke-54 serangan rudal balasan terhadap Zionis Israel sebagai bagian Operasi Janji Sejati 4 pada Ahad (15/3/2026).
Menurut laporan Tasnim, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC mengatakan, gelombang serangan baru ini mencakup peluncuran rudal superberat Khorramshahr yang dilengkapi hulu ledak seberat dua ton, bersama dengan rudal Khaybar-shekan (Khaybar-buster), Qadr, dan Emad.
Rudal Sejjil dikenal sebagai rudal balistik jarak menengah dua tahap, berbahan bakar padat, yang dirancang dan dibangun di dalam negeri oleh Iran.
Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan bobot sekitar 2,3 ton. Rudal ini mampu mengangkut hulu ledak seberat hingga 700 kilogram.
Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan menggunakan propelan berbahan bakar padat. Sistem ini memungkinkan peluncuran lebih cepat dibanding rudal berbahan bakar cair, karena tidak memerlukan proses pengisian bahan bakar sebelum peluncuran.
Meski ukurannya, bobot, dan jangkauannya mirip dengan rudal Shahab 3, penggunaan bahan bakar padat Sejjil sebagai peningkatan signifikan dalam hal efisiensi.
Menurut catatan Missilethreat, pengembangan rudal Sejjil kemungkinan dimulai akhir tahun 1990-an, tapi berakar langsung dari pekerjaan pengembangan rudal Iran sebelumnya.
Terutama rudal balistik jarak pendek Zelzal. Penggunaan propelan padatnya, khususnya, disebabkan kemajuan teknologi bahan bakar yang dibuat bersamaan dengan program Zelzal selama tahun 1990-an, yang pengembangannya diyakini telah dibantu China.
Sejjil juga dirancang untuk dapat bermanuver di seluruh fase penerbangannya, menjadikannya sulit untuk dicegat sistem pertahanan udara biasa.
Meski kecepatan pastinya tidak dipublikasikan secara resmi, Iran menyatakan rudal ini mampu mencapai Tel Aviv hanya sekitar tujuh menit bila diluncurkan dari wilayah tengah Iran.
Versi Awal
Versi awal Sejjil diuji tahun 2008, lalu disusul versi pengembangan, yakni Sejjil-2, tahun 2009. Pembaruan yang dilakukan termasuk modifikasi desain hulu ledak dan penambahan sirip pemandu untuk meningkatkan akurasi.
Meski demikian, ada yang menyebut Sejjil-2 tidak sepenuhnya versi baru, melainkan nama uji dari sistem yang sama. Rudal Sejjil juga disebut desain unik dari Iran. Meskipun beberapa spekulasi mengaitkan rudal ini dengan DF-11 dan DF-15 buatan China, ukuran dan spesifikasi rudal menunjukkan bahwa rudal Iran ini terbilang unik.
Tidak seperti sistem Iran sebelumnya, rudal ini tampaknya bukan salinan dari rudal Korea Utara yang telah dirilis sebelumnya. Karena desainnya baru, Iran mungkin harus melakukan banyak pengujian sebelum mengoperasikan rudal tersebut secara reguler.
Sistem Sejjil mungkin memiliki beberapa versi. Pada tahun 2009, Iran menyebut uji peluncuran tersebut sebagai Sejjil 2. Sebuah laporan yang belum dikonfirmasi menyatakan Sejjil 3 mungkin sedang dalam pengembangan. Sejjil 3 dilaporkan akan memiliki tiga tahap, jangkauan maksimum 4.000 km, dan berat peluncuran 38.000 kg.6
Setelah sekitar satu dekade tidak aktif, Sejjil muncul kembali tahun 2021 ketika Iran meluncurkannya sebagai bagian dari latihan militer Nabi Besar 15 pada bulan Januari.
Rekaman baru dari uji coba menunjukkan Iran telah memasukkan sistem pemandu yang ditingkatkan pada Sejjil, termasuk sistem pemandu strap-down yang lebih kokoh dan sirip jet baru yang diadaptasi dari Ghadr atau varian dari rudal Shahab-3.
Tentang Rudal Sejjil
Nama alternatif: Ashoura, Asyura, Sajil, Sajjil
Kelas: Rudal balistik jarak menengah
Panjang: 18 meter
Diameter: 1,25 meter
Berat peluncuran: 23.600 kg
Muatan: Hulu ledak tunggal, 700 kg
Tenaga penggerak: Propelan padat dua tahap
Jangkauan: 2.000 km
Senjata canggih ini memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan kisah Raja Abrahah saat akan menghancurkan Ka’bah.
Melansir The Economic Times, rudal Sejjil mampu menjangkau jarak hingga 2.000 kilometer. Jangkauan ini memungkinkan Sejjil dapat menyerang jauh di wilayah musuh, termasuk seluruh wilayah Israel dan Eropa tenggara.
Sejjil juga disebut-sebut memiliki kekuatan dahsyat.
Nama rudal ini diambil dari ayat Al-Qur’an dalam surah Al Fil ayat 4 dari diksi: Sijjil.
“Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar.” (QS. Al Fil: 3-4).
Para mufassir mengartikan Sijjil sebagai tanah liat yang dibakar. Yakni, sebuah senjata mematikan dari Allah Ta’ala lewat utusan burung untuk menghancurkan pasukan bergajah pimpinan Raja Abrahah yang akan menyerang Ka’bah.
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, Allah Ta’ala mengirimkan pasukan burung, yang setiap burung itu membawa tiga buah batu dari tanah liat yang dibakar.
Siapa pun yang terkena batu itu akan hancur atau binasa. Ibnu Hisyam mengacu pada Yunus An-Nahwi dan Abu Ubaidah mengatakan makna Sijjil yaitu sangat keras.
Mila












