CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyebut integrasi pembangunan Kaltara dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa memperkuat posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland.
Sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi kawasan IKN. Hal itu disampaikan Ingkong saat pertemuan dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Pertemuan membahas integrasi pembangunan Kaltara dengan pengembangan IKN, belum lama ini. Pertemuan ini dihadiri kepala adat, tokoh adat Kenyah, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional Kaltara.
Serta sejumlah kepala perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Kaltara dan Kabupaten Bulungan. Wagub Ingkong memberi apresiasi atas kesediaan Kepala Otorita IKN menerima rombongan. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Kaltara yang berhalangan hadir.
“Kami menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kaltara yang belum bisa hadir karena agenda lain,” kata Ingkong.
Ia menegaskan pentingnya integrasi pembangunan Kaltara dengan IKN untuk memperkuat posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi kawasan IKN.
“Integrasi ini sangat penting mendorong posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan ibu kota negara baru atau IKN,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Pemprov Kaltara mengajukan sejumlah dukungan strategis.
Antara lain pengembangan sektor pariwisata, penguatan desa adat, pelestarian budaya, serta pengembangan wisata alam.
Selain itu, Kaltara juga mengusulkan pengembangan Taman Nasional Kayan Mentarang dalam konsep “Heart of Borneo” sebagai pusat studi biodiversitas dan kawasan konservasi.
Di sektor konektivitas, Pemprov Kaltara mendorong penguatan jalur penerbangan internasional seperti rute Tawau, Kota Kinabalu, Miri, hingga Brunei Darussalam ke Tarakan, Balikpapan.
“Sehingga rute ini menjadikan Bandara Juwata Tarakan sebagai pintu gerbang udara masuk ke wilayah NKRI di kawasan perbatasan,” jelas Ingkong.
Pemprov Kaltara meminta percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi dan konektivitas jalan lintas perbatasan, termasuk ruas Apau Kayan hingga terhubung ke kawasan IKN.
Ingkong mengusulkan pembangunan konektivitas jalan lintas kawasan perbatasan di Apau Kayan antara lain ruas PLBN Long Ampung, Long Nawang.
Termasuk Sungai Boh menuju Long Bagun, Tering, Sendawar, Blusuh, Gunung Bayan, Resak III hingga ke IKN.
“Kemudian, ruas PLBN Labang ke Mansalong hingga Malinau, rencana ruas PLBN Long Midang ke Binuang dan Malinau sebagai jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, usulan lain yang juga disampaikan yakni dukungan diplomasi pembangunan Kaltara sebagai provinsi perbatasan.
Serta pintu gerbang NKRI melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat adat.
Menanggapi gagasan itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut positif dan bahkan mendorong agar kerja sama ini tidak berhenti di wacana.
Ia mengusulkan agar kolaborasi antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dituangkan dalam aturan resmi, sehingga memiliki dasar kuat dalam pelaksanaannya.
“Kita akan merumuskan kerjasama Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dalam bentuk Peraturan Kepala Otorita IKN, sehingga Kaltara dapat menjadi mitra pembangunan IKN,” kata Basuki.
Pertemuan ditutup dengan kunjungan ke kawasan Istana Negara di IKN.
Sebuah simbol bahwa masa depan ibu kota baru juga terbuka bagi daerah-daerah di sekitarnya, termasuk Kaltara yang kini bersiap mengambil peran lebih besar.
Yan Andri












