CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Warga Iran menyemut, membentuk lautan manusia, pada proses pemakaman di Teheran untuk pejabat keamanan tinggi, Ali Larijani.
Termasuk kepala pasukan Basij Gholamreza Soleimani serta 84 personel angkatan laut Iran, yang tewas dalam serangan udara AS-Israel yang terpisah.
Lautan manusia memenuhi jalanan Teheran untuk menghadiri pemakaman Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung, Ali Larijani, dan Kepala Basij, Gholamreza Soleimani.
Keduanya merupakan tokoh paling berpengaruh yang gugur sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari lalu—serangan yang juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut laporan TRT World, upacara tersebut berlangsung pada hari Rabu (18/3/2026), ketika para pejabat dan ribuan pelayat berkumpul untuk menghormati kedua tokoh tersebut dan puluhan personel angkatan laut.
Pihak berwenang Iran mengatakan Larijani tewas pada Selasa pagi dalam serangan yang juga menewaskan putranya, Morteza, ajudannya, Alireza Bayat, beberapa anggota staf dewan, dan pengawal pribadinya.
Garda Revolusi Iran mengkonfirmasi kematian Soleimani dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari yang sama.
Panglima militer Iran, Amir Hatami, memperingatkan pada hari Rabu bahwa tanggapan Teheran terhadap pembunuhan Larijani akan “tegas dan disesalkan.”
Pada hari Rabu, Garda Revolusi juga mengatakan mereka telah melancarkan serangan rudal ke Israel tengah “sebagai pembalasan atas darah martir Dr. Ali Larijani dan para sahabatnya.”
Larijani dan Soleimani termasuk di antara pejabat berpangkat tertinggi yang tewas sejak pecahnya perang AS-Israel di Iran bulan lalu.
Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Jenazah Larijani dan putranya diarak di atas bak truk semi yang dihiasi gambar-gambar mereka. Upacara tersebut dihadiri para pejabat dan masyarakat dari berbagai lapisan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, gugur bersama putranya dalam serangan udara Israel di Teheran pada Selasa, 17 Maret.
Komandan Basij, Mayor Jenderal Gholam Reza Soleimani, juga gugur dalam serangan udara oleh jet tempur Israel di Teheran.
Acara tersebut juga mencakup pemakaman puluhan pelaut Angkatan Laut Iran dari kapal perusak IRIS Dena, yang diserang torpedo oleh Angkatan Laut AS di lepas pantai Sri Lanka pada 4 Maret.
Eskalasi Meningkat
Eskalasi perang di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Rabu (18/3/2026) setelah meninggalnya tokoh keamanan senior Ali Larijani dan Kepala Basij, Gholamreza Soleimani.
Di tengah isak tangis ribuan pelayat yang melepas kepergian tokoh-tokoh kunci Iran, gelombang rudal balistik dilaporkan menghantam jantung komersial Israel sebagai aksi balasan atas rentetan pembunuhan petinggi Teheran.
Dalam pidatonya, Amir Hatami, mengeluarkan peringatan keras.
“Tanggapan Iran atas pembunuhan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional akan bersifat menentukan dan sangat menyesalkan. Darahnya dan darah para martir lainnya akan segera dibalas,” tegasnya.
Tak lama setelah pernyataan itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan rentetan rudal balistik ke pusat Israel.
Di sisi lain, Israel mengklaim telah menewaskan Menteri Keamanan Iran, Esmaeil Khatib, menjadikannya tokoh besar ketiga yang tewas dalam pekan ini.
Adapun kondisi di Israel, sirene peringatan udara melolong sepanjang malam. Layanan medis melaporkan dua orang tewas akibat ledakan rudal di dekat Tel Aviv.
Polisi menyatakan bangunan tempat tinggal di Ramat Gan hancur dihantam proyektil yang diduga membawa amunisi tandan (cluster munition).
Dampak konflik ini terus meluas ke wilayah Teluk. Arab Saudi melaporkan pertahanan udaranya berhasil menjatuhkan drone yang mendekati kawasan diplomatik di Riyadh dan mencegat rudal balistik di dekat Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyalahkan Washington atas pecahnya perang ini. Ia memperingatkan dunia belum melihat dampak yang sesungguhnya.
“Gelombang dampak global belum dimulai. Ini akan memengaruhi semua orang, tanpa memandang kekayaan, agama, atau ras,” tegas Araghchi.
Menanggapi situasi yang kian tak terkendali, Arab Saudi dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan darurat para menteri luar negeri negara Arab dan Islam di Riyadh, Rabu malam.
Pertemuan yang melibatkan anggota GCC, Liga Arab, hingga Menlu Turki Hakan Fidan ini sebagai upaya diplomatik terakhir mencari jalan keluar, sebelum perang benar-benar menghancurkan seluruh kawasan.
Pesan Ali Larijani
Sebelum kematiannya, pada Senin (16/3/2026), Ali Larijani sempat menggunggah pesan lewat akun resminya di X.
Dalam unggahannya itu, ia mengutip pesan dari Imam Hussein. “Aku melihat kematian sebagai kebahagiaan semata, dan hidup bersama penindas tak ada artinya kecuali penderitaan”.
Meski Larijani bukan ulama, ia lahir dalam keluarga ulama terkemuka. Ayahnya, Hashem Amoli, seorang imam besar, seperti halnya kakek dari pihak ibunya, Mohsen Ashrafi.
Sadeq Larijani, salah satu saudara laki-lakinya, mencapai pangkat ayatollah dan telah bertugas di badan-badan musyawarah pemerintah yang diperuntukkan bagi ulama berpangkat tinggi, termasuk Dewan Penjaga dan Majelis Pakar.
Sebelum kesyahidannya, Ali Larijani sempat mengeluarkan enam poin seruan di tengah masih berkecamuknya perang antara Iran dengan AS-Israel.
Larijani mengingatkan agar negara-negara Muslim untuk bersatu melawan AS dan Zionis. Berikut poin-poin penting seruan Ali Larijani yang diunggah di akun X-nya. Di antaranya, pesan untuk menjaga persatuan dari umat Muslim, dengan segala kekuatannya.
Mila












