CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik peiode April 2026 mencapai 176.628 orang. Jumlah ini anjlok 35,50% dibanding Maret 2026.
Penurunan juga terjadi di jalur laut, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri tercatat hanya 56.317 orang atau turun 48,38% dari bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai menyampaikan penurunan ini dipengaruhi berkurangnya jumlah penumpang di beberapa bandara di Kalimantan Timur.
“Bandara Sepinggan-Balikpapan sebesar 41,60%, Bandara Datah Dawai-Mahakam Ulu sebesar 31,00%,” ujar Mas’ud Rifai dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).
Selanjutnya, sambung Rifai, Bandara APT Pranoto-Samarinda sebesar 30,45%, Bandara Melalan-Kutai Barat sebesar 8,74%, dan Bandara Maratua sebesar 6,82%.
Ia bilang, bandara yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu Bandara Kalimarau-Berau sebesar 16,47%.
Menurutnya, penurunan penumpang udara domestik tidak merata di setiap bandara. Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi yang paling anjlok dengan penurunan mencapai 41,60%.
Adapun Bandara Datah Dawai-Mahakam Ulu yang turun 31,00% dan Bandara APT Pranoto Samarinda sebesar 30,45%.
Sedangkan Bandara Melalan di Kutai Barat dan Bandara Maratua turut mencatat koreksi, masing-masing 8,74% dan 6,82%.
Di tengah arus penurunan itu, hanya Bandara Kalimarau Berau yang justru menunjukkan gerak berlawanan arah, dengan pertumbuhan penumpang 16,47% dibanding Maret 2026.
Meski begitu, Rifai menyebut Bandara Sepinggan Balikpapan tetap mendominasi lalu lintas penumpang domestik di Kaltim.
Dari total 176.628 penumpang, sebanyak 123.977 orang atau 70,19% diberangkatkan melalui bandara ini. Posisi kedua ditempati Bandara APT Pranoto Samarinda dengan kontribusi 27.438 penumpang atau 15,53%.
Adapun penumpang rute internasional di periode sama tercatat sebanyak 4.784 orang, atau turun 17,79% dari Maret 2026.
Seluruh penerbangan internasional di Kaltim hanya dilayani melalui Bandara Sepinggan Balikpapan.
Untuk jalur laut, hampir sama. Pelabuhan Semayang Balikpapan mencatat penurunan penumpang paling besar, yakni 50,82% menjadi 39.397 orang.
Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan menyusul dengan koreksi 47,56%, dan Pelabuhan Samarinda turun 38,31% menjadi 11.426 orang.
Namun, sepanjang Januari sampai April 2026, total penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 249.780 orang, atau naik 15,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kenaikan terbesar terjadi di Pelabuhan Semayang yang tumbuh 21,23% secara tahunan.
Penurunan tak hanya dirasakan penumpang. Volume barang yang diangkut melalui jalur laut pada April 2026 juga tergerus 13,75% menjadi 9,77 juta ton.
Penurunan paling signifikan terjadi di Pelabuhan Tanjung Santan yang anjlok 64,04%, diikuti Kuala Samboja 34,28%, Tanjung Redeb 26,04%, dan Sangkulirang 19,34%.
Sebaliknya, sejumlah pelabuhan justru mencatat lonjakan volume.
Pelabuhan Kariangau melonjak 83,19%, Bontang naik 40,63%, Samarinda tumbuh 40,37%, Semayang 29,20%, dan Sangatta 18,89%.
Secara kumulatif di periode Januari sampai April 2026, total barang yang diangkut mencapai 38,09 juta ton atau tumbuh 13,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Terkait dominasi volume barang pada April, terbesar Pelabuhan Sangkulirang dengan 1,98 juta ton atau 20,26% dari total, diikuti Tanah Grogot 1,93 juta ton dan Kuala Samboja 1,79 juta ton.
Yan Andri











