CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mendorong hilirisasi riset pangan sebagai upaya mendukung kebijakan strategis nasional.
Untuk mendukung upaya tersebut, BRIN akan membangun ekosistem riset yang kuat. Mulai sumber daya manusia, pendanaan, infrastruktur, hingga kolaborasi dengan industri.
“Saya ingin periset berbicara masa depan dan menghadirkan inovasi yang bisa diperjuangkan menjadi kebijakan nasional serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Arif, dilansir laman BRIN, Senin (5/1/2026).
Arif menegaskan riset pangan BRIN harus menghasilkan keluaran yang berdampak nyata dan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata.
Ia mendorong periset mengarahkan inovasi pada kebutuhan strategis nasional dan kebijakan publik. Menurutnya, hilirisasi riset pangan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan nasional, dan penguatan ekonomi.
“Kalau teknologi kita dipakai luas oleh masyarakat, manfaatnya akan berlipat. Inilah orientasi riset BRIN, menghasilkan dampak sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menambahkan, seluruh aspirasi dan kebutuhan periset akan ditindaklanjuti melalui penguatan tata kelola dan sistem pengendalian riset.
“Aspirasi yang disampaikan akan dimonitor secara berkelanjutan melalui Pusat Kendali Riset, sehingga kendala riset dapat segera ditangani tanpa menunggu evaluasi jangka panjang,” kata Amarulla.
Ia menegaskan, penguatan sistem monitoring tersebut bertujuan agar periset dapat fokus menghasilkan output riset yang berkualitas dan selaras target strategis BRIN.
Pengendalian riset ini dirancang untuk mendukung periset agar lebih efektif dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.
BRIN












