CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang memberi dukungan moril dan pendampingan untuk mempercepat pemulihan mahasiswi yang diduga menjadi korban penyekapan di Makassar, Sulawesi Selatan.
Gubernur Paliwang mengunjungi mahasiswi asal Kaltara di Makassar. Ia menyempatkan diri mengunjungi mahasiswi tersebut yang tengah menjalani masa pemulihan.
Kunjungan dilakukan di asrama putri, Jumat (15/5/2026), didampingi Kanit Reskrim Polsek Tamalate. Kehadiran Gubernur Zainal menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril bagi korban dan rekan-rekannya.
Gubernur Paliwang menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis korban agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan tenang.
Ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk bersama-sama menjaga privasi korban serta tidak menyebarluaskan informasi yang dapat berdampak pada kondisi mental korban.
“Saya meminta teman-teman media jangan di-blow up korbannya, tapi yang harus di-blow up itu bagaimana kita bersama-sama mencari pelaku,” katanya.
Menurutnya yang terpenting saat ini bagaimana korban mendapatkan pendampingan dan dukungan untuk pemulihan.
Selain itu, ia berharap proses penanganan yang dilakukan aparat dapat berjalan lancar dan memberikan rasa aman bagi korban.
Menurutnya, dukungan bersama dari berbagai pihak sangat membantu proses pemulihan dan penguatan mental korban ke depan. Ia juga berharap semoga korban segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas dengan baik.
Polisi Buru Pelaku
Tim Satuan Reskrim Polsek Tamalate memburu terduga pelaku penyekapan terhadap korban wanita asal Nunukan Kaltara selama tiga hari di rumah kontrakan, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
“Terduga pelaku adalah pria inisial FR (30) dan selama disekap, MA diduga jadi korban kekerasan seksual,” kata Kepala Unit Satuan Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latief, dikutip dari Antara, Jumat.
Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan FR.
Kejadian bermula saat korban mendapat panggilan kerja sebagai perawat bayi melalui media sosial Facebook.
Usai lamarannya diterima, ia diminta datang ke Makassar untuk proses wawancara di rumah kontrakan pelaku, kawasan perumahan mewah Jalan Metro Tanjung Bunga.
Usai korban tiba di Makassar langsung menuju alamat yang diberikan pelaku pada Jumat (8/5).
Korban lalu masuk ke dalam rumah kontrakan tersebut dan sedikit curiga karena tidak ada orang, tapi tetap dibujuk dengan alasan akan ikut wawancara.
Lalu, korban diminta menginap dengan dalih kelelahan usai menempuh perjalanan jauh.
Kecurigaan korban terbukti, usai pelaku mulai menunjukkan gelagat tidak baik dan terjadi tindakan kekerasan seksual.
Selain itu, pintu rumah selalu dikunci dan berlangsung pada Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5).
Beruntung, pemilik rumah kontrakan datang untuk menyampaikan masa sewa telah habis kepada pelaku.
Saat memasuki rumahnya, ia terkejut mendapati seorang perempuan muda dengan tangan terikat serta kondisi lemas.
“Korban bisa keluar setelah pemilik rumah datang memeriksa rumahnya. Saat itu, pintu diketuk dan muncul korban, sementara pelaku sudah melarikan diri. Korban ditemukan dalam keadaan tangan terikat lalu dibawa keluar rumah,” katanya.
Setelah mendengar keterangan korban, warga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tamalate.
Polisi yang tiba di tempat kejadian perkara lalu mengamankan korban ke kantor polisi. Sejauh ini korban mendapatkan pendampingan dari Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar.
Yan Andri









