CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras kepada aktivis Kontras, Andrie Yunus.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan pihaknya sudah menghubungi Kapolda Metro Jaya dan meminta agar pihak kepolisian bergerak cepat mengusut kasus ini dan menangkap para pelakunya.
“Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan,” tegas Habiburokhman, dinukil dari laman DPR, Selasa.
Ia meminta seluruh pihak tak boleh menoleransi segala bentuk kekerasan kepada warga negara.
Kata Habiburokhman, apapun bentuk perbedaan pendapat harusnya tidak boleh direspons dengan kekerasan dan premanisme.
Ia mengingatkan, pada Pasal 28G UUD 1945 mengatur setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
Komisi III, tegas Habiburokhman, memastikan akan terus mengawal kasus ini agar penyidikannya berjalan dengan cepat dan profesional.
“Kami minta negara menanggung penuh biaya pengobatan terbaik agar beliau bisa segera pulih kembali,” tegas Legislator Senayan itu.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras. Insiden itu terjadi di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut Andrie disiram air keras orang tak dikenal usai menghadiri acara siniar bertajuk: Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.
Dalam keterangan tertulis pada Jumat (13/3), Dimas mengatakan Andrie mengalami luka serius.
“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” jelasnya.
Ia mengatakan Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit tak lama usai insiden. Ia juga menyebut anggota KontraS ini menderita luka bakar 24 persen berdasarkan pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen. Dimas menyebut pelaku terdiri dari dua orang dan melancarkan operasinya menggunakan motor.
Dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang dengan kendaraan motor. Motor itu diduga Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
“Pelaku dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” katanya.
Parlementeria












