CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengambil alih peran presiden sementara setelah Nicolas Maduro diculik pasukan Donald Trump.
Kamar Konstitusi Mahkamah Agung menyatakan Rodriguez mengambil alih jabatan tersebut untuk menjamin kesinambungan pemerintahan.
Delcy Eloina Rodriguez Gomez, lahir pada 18 Mei 1969, sosok pengacara, diplomat, dan politikus Venezuela.
Kini, ia resmi menjabat sebagai presiden sementara Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari 2026.
Sebelumnya, Rodriguez telah menjabat sebagai wakil presiden Venezuela sejak 2018.
Rodriguez telah memegang beberapa posisi selama masa kepresidenan Hugo Chavez dan Nicolas Maduro.
Ia menjabat sebagai Menteri Kekuatan Rakyat untuk Komunikasi dan Informasi Venezuela dari 2013 hingga 2014, Menteri Luar Negeri dari 2014 hingga 2017.
Termasuk menjadi Presiden Majelis Konstituen Venezuela dari 2017 hingga 2018, dan Menteri Perminyakan dari 2024 hingga 2025.
Ia termasuk politisi terpopuler dunia, yang kini didapun memimpin negara kaya minyak.
Rodriguez mulai dikenal luas setelah Maduro menjadi presiden tahun 2013, menyusul kematian Hugo Chavez, pendiri gerakan politik Bolivarian Venezuela.
Yang juga memadukan cita-cita sayap kiri dan nasionalis. Maduro menunjuknya sebagai menteri komunikasi, lalu menunjuk sebagai menteri luar negeri.
Rodriguez menjadi perempuan pertama yang memegang jabatan itu di Venezuela.
Bolak-balik antara ibu kota Amerika Latin, Rodriguez sering menikmati perseteruan dengan para pemimpin konservatif.
Di tahun 2018, Rodriguez kembali dipromosikan menjadi wakil presiden dan kepala SEBIN, badan intelijen Venezuela. Pada tahun 2020, ia mengemban tugas tambahan sebagai menteri perekonomian dan mengulurkan tangan perdamaian kepada para elit bisnis di Venezuela.
Rodriguez juga menjadi sasaran sanksi dari Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa lantaran perannya mendukung dan membantu mengawasi penindakan terhadap perbedaan pendapat di Venezuela.
Keterlibatannya di politik Venezuela tampak wajar sebagai putri dari Jorge Antonio Rodriguez, pemimpin Marxis yang memimpin penculikan William Niehous di Venezuela, seorang pengusaha Amerika yang ditahan tiga tahun di hutan dan diselamatkan tahun 1979.
Ayahnya ditangkap dan didakwa atas perannya dalam penculikan tersebut dan meninggal pada tahun 1976, pada usia 34 tahun, setelah diinterogasi agen intelijen.
Ayah dari Delcy Eloina Rodriguez Gomez yakni Jorge Antonio Rodriguez, juga terkenal sebagai pejuang gerilya sayap kiri yang mendirikan partai revolusioner Liga Sosialis di tahun 1970-an.
Politik dan aktivisme sayap kiri sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Kakak laki-laki Rodriguez, Jorge, juga anggota lingkaran dalam Maduro. Ia presiden Majelis Nasional dan kepala strategi politik Maduro.
Rodriguez, yang kini berusia 56 tahun, telah menjabat sebagai wakil presiden sejak 2018. Ia memegang serangkaian jabatan senior di bawah mendiang Hugo Chavez dan Maduro, termasuk menteri luar negeri.
Saat penculikan Maduro pada Sabtu, ia menjabat sebagai Menteri Perminyakan. Ia dianggap sebagai sekutu setia Maduro, dan menjadi target sanksi AS dan Uni Eropa.
AS menangkap Maduro untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata dalam penggerebekan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Caracas pada Sabtu.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengklaim bahwa Washington akan “mengelola” Venezuela hingga terjadi transisi.
Rodriguez menuntut agar Amerika membebaskan Maduro. Ia menekankan Venezuela tidak akan pernah kembali menjadi menjadi budak Paman Sam.
Melansir Bloomberg, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih dan menjalankan semua kekuasaan presiden dalam kapasitas sementara.
Mila











