CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Dokter mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap konsumsi makanan yang tinggi bahan tambahan, apalagi jika melalui proses pengolahan berlebih.
Sebab, saat ini penderita kanker ginjal di kalangan pemuda meningkat, seiring catatan kasus penyakit ginjal kronis terus bertambah setiap tahun.
Sejumlah kebiasaan makan sehari-hari diketahui bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO menjelaskan pada dasarnya sel tubuh manusia, termasuk orang dewasa, dapat mengalami perubahan atau mutasi.
Ia menjelaskan mutasi bisa dipicu berbagai faktor, salah satunya gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan.
“Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, dan pemanis berlebih,” papar Nur dalam konferensi pers Ikatan Dokter Anak Indonesia, belum lama ini.
Ia bilang, sel-sel tubuh pada orang dewasa sebenarnya dapat mengalami perubahan secara alami.
Tetapi, perubahan ini bisa berkembang menjadi masalah jika diprovokasi faktor eksternal, termasuk gaya hidup.
Ia menegaskan kembali, “Sel pada orang dewasa secara alami bisa mengalami perubahan, kemudian terjadi mutasi yang diprovokasi gaya hidup.”
Untuk itu, Nur menekankan pentingnya kembali pada pola makan alami dan seimbang.
Nur menjelaskan, prinsip menjaga pola makan sehat berlaku secara luas untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.
Selain mengurangi makanan olahan, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan segar seperti sayur dan buah.
Selain itu, katanya, menjaga pola hidup sehat dengan aktivitas fisik yang cukup.
Mila












