CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Pemerintah mulai menerapkan kerja dari rumah atau work from home/WFH. Hal ini berlaku bagi ASN di pemerintahan pusat dan daerah.
Mulai 1 April 2026, Pemerintah menerapkan delapan kebijakan baru sebagai respons atas dinamika global sekaligus mendorong efisiensi di dalam negeri. WFH dilakukan sehari sepekan, tiap hari Jumat.
Kebijakan ini menyentuh langsung aktivitas masyarakat, mulai dari pola kerja hingga penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, langkah ini bagian transformasi budaya kerja nasional.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga mengimbau pemimpin perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menerapkan kegiatan WFH kepada karyawan.
Kebijakan untuk berkerja dari rumah berlaku sehari dalam sepekan.
“Para pimpinan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diimbau untuk menerapkan work from home bagi pekerja atau buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu,” kata Menaker, lewat keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).
Menaker menyampaikan imbauan itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
Ia menuturkan imbauan ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif. Serta adaptif dan berkelanjutan, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah sistematik dalam pemanfaatan energi di tempat kerja.
Riset terbaru menunjukkan produktivitas WFH bisa meningkat jika didukung manajemen waktu, teknologi, dan keseimbangan hidup yang tepat.
Sistem kerja WFH kini menjadi bagian dari budaya kerja modern. Namun, di balik fleksibilitas yang ditawarkan, tantangan seperti distraksi di rumah hingga sulitnya membagi waktu kerap menghambat produktivitas.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa WFH tetap bisa meningkatkan produktivitas jika dikelola dengan strategi yang tepat, mulai dari pengaturan waktu hingga dukungan teknologi.
Berdasarkan studi literatur 2019–2024, faktor utama yang memengaruhi produktivitas WFH meliputi manajemen waktu, komunikasi, teknologi, dan work-life balance.
WFH Bisa Tingkatkan Produktivitas, Tapi Ada Syaratnya
Penelitian menunjukkan kerja jarak jauh memberikan fleksibilitas dan keseimbangan hidup yang lebih baik, yang berdampak positif pada kinerja karyawan.
Namun, tantangan tetap ada, seperti:
Batas kerja dan kehidupan pribadi yang kabur
Gangguan lingkungan rumah
Koneksi internet yang tidak stabil
Jika tidak dikelola, faktor tersebut justru bisa menurunkan produktivitas. Berikut ini tips tetap produktif saat work from home:
Tentukan Jadwal Kerja yang Konsisten
Memiliki jam kerja tetap membantu menjaga ritme produktivitas. Studi menunjukkan manajemen waktu menjadi faktor kunci keberhasilan WFH.
Buat jadwal harian seperti di kantor, termasuk waktu mulai, istirahat, dan selesai kerja.
Ciptakan Ruang Kerja Khusus
Lingkungan kerja yang nyaman dan minim distraksi sangat berpengaruh terhadap fokus.
Penelitian menyebut kondisi lingkungan rumah menjadi salah satu penentu utama performa kerja jarak jauh.
Gunakan Teknologi Pendukung Secara Optimal
Akses internet stabil dan tools kolaborasi sangat penting dalam WFH.
Kurangnya dukungan teknologi terbukti dapat menghambat produktivitas kerja.
Terapkan Teknik Manajemen Waktu
Metode seperti to-do list atau teknik Pomodoro dapat membantu menyelesaikan pekerjaan lebih terstruktur.
Pelatihan manajemen waktu bahkan direkomendasikan dalam berbagai studi untuk meningkatkan produktivitas WFH.
Jaga Work-Life Balance
Salah satu keunggulan WFH adalah fleksibilitas, tetapi tanpa kontrol bisa menjadi bumerang.
Riset menunjukkan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas.
Tetap Aktif Berkomunikasi dengan Tim
Komunikasi yang efektif penting untuk menghindari miskomunikasi dan menjaga kolaborasi tetap berjalan.
Faktor komunikasi organisasi menjadi salah satu penentu utama keberhasilan WFH.
Hindari Multitasking Berlebihan
Fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu terbukti lebih efektif dibandingkan mengerjakan banyak hal sekaligus.
Distraksi adalah salah satu penyebab utama turunnya produktivitas saat bekerja dari rumah.
Tantangan WFH yang Perlu Diantisipasi
Meski fleksibel, WFH tetap memiliki sejumlah risiko:
Rasa isolasi sosial
Penurunan kolaborasi tim
Burnout akibat jam kerja tidak teratur
Namun, jika strategi yang tepat diterapkan, WFH justru bisa meningkatkan kepuasan kerja dan efisiensi.
Work from home bukan sekadar tren, tetapi transformasi cara kerja modern. Produktivitas tetap bisa maksimal selama didukung oleh:
Disiplin waktu
Lingkungan kerja yang kondusif
Teknologi memadai
Keseimbangan hidup yang sehat
Dengan menerapkan strategi yang tepat, bekerja dari rumah tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu meningkatkan performa kerja secara signifikan.
Selain kebiasaan dasar, ada beberapa strategi lanjutan yang terbukti mampu meningkatkan performa kerja dari rumah secara signifikan.
Mulai Hari dengan Rutinitas Pagi
Rutinitas pagi seperti mandi, sarapan, dan berpakaian rapi terbukti membantu meningkatkan kesiapan mental sebelum bekerja.
Menurut World Health Organization, rutinitas harian yang terstruktur berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan stabilitas produktivitas, terutama bagi pekerja jarak jauh.
Tetapkan Target Harian yang Realistis
Menentukan target kerja harian membuat pekerjaan lebih terarah dan terukur.
Target yang terlalu tinggi justru berisiko menimbulkan stres, sementara target realistis membantu menjaga motivasi dan konsistensi kinerja.
Ambil Waktu Istirahat Berkualitas
Bekerja tanpa jeda justru menurunkan produktivitas.
Studi dari International Labour Organization menekankan pentingnya waktu istirahat untuk menjaga performa dan mencegah kelelahan kerja (burnout).
Cobalah pola kerja seperti:
50 menit kerja, 10 menit istirahat
atau teknik Pomodoro (25 menit kerja, 5 menit istirahat)
Batasi Gangguan Digital
Notifikasi media sosial dan pesan instan sering menjadi sumber distraksi utama saat WFH.
Solusi efektif:
Aktifkan mode “Do Not Disturb”
Gunakan aplikasi fokus kerja
Batasi akses media sosial saat jam kerja
Evaluasi Kinerja Secara Berkala
Melakukan evaluasi mingguan membantu mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.
Dengan evaluasi rutin, produktivitas dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Dampak WFH terhadap Kesehatan Mental
WFH tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga kesehatan mental.
Menurut American Psychological Association, bekerja dari rumah dapat memberikan fleksibilitas, namun juga meningkatkan risiko stres jika tidak diimbangi dengan batasan kerja yang jelas.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
Sulit berhenti bekerja
Merasa selalu “on call”
Kelelahan emosional
Tren WFH di Era Digital 2026
Tren kerja fleksibel diprediksi terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Banyak perusahaan kini mengadopsi sistem hybrid atau fully remote karena dinilai lebih efisien.
Laporan global menunjukkan bahwa:
Produktivitas meningkat hingga 20% pada beberapa sektor
Biaya operasional perusahaan menurun
Kepuasan kerja karyawan meningkat
Namun, keberhasilan WFH tetap sangat bergantung pada kedisiplinan individu dan dukungan organisasi.
Work from home bukan lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari transformasi dunia kerja modern.
Agar tetap produktif, pekerja perlu:
Disiplin dalam mengatur waktu
Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
Memanfaatkan teknologi secara optimal
Menjaga kesehatan fisik dan mental
Dengan strategi yang tepat, WFH tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan memahami strategi ini, pekerja di era digital dapat tetap unggul, adaptif, dan produktif meski bekerja dari rumah.
Artikel ini diolah dengan bantuan kecerdasan buatan












