CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Korlap Aksi Balikpapan Melawan, Yusliadin, menyoroti pembangunan Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Sayang Ibu yang pembangunannya mandek.
Mandeknya proyek pembangunan RSIA Sayang Ibu di Jalan Letjen Suprapto, RT 16, Gang Perikanan, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, terus menjadi perbincangan publik.
“RS Sayang Ibu Balikpapan Barat yang saat ini mangkrak, menunjukan Pemkot Balikpapan gagal mengawasi pembangunan yang direncanakannya sendiri,” tegas Yusliadin.
Ia menilai pembangunan RS itu sangat dibutuhkan masyarakat. Rumah sakit itu seharusnya sudah bisa beroperasi, namun alih-alih demikian, progres pembangunannya hanya 20 persen.
“Kami meminta transparansi apalagi anggaran pembangunannya ratusan miliar. Transparansi itu hak kami sebagai masyarakat untuk mengetahui segala pembangunan dan anggaran yang dikeluarkan daerah,” ujarnya.
Pihaknya mendesak Pemerintah Kota Balikpapan dan Parlemen segera menuntaskan kisruh terkait pembangunan RS tersebut.
“Kami juga mendesak aparat penegak hukum melakukan upaya hukum pidana maupun perdata terhadap segala pihak yang berkaitan dalam proyek tersebut,” imbuh Yusliadin.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menerima aspirasi yang disampaikan Aliansi Balikpapan Melawan.
Ia menjelaskan, soal proyek RS itu secara teknis sudah dibahas, namun untuk lebih jelasnya ia perlu meminta dinas terkait untuk menunjukan data-datanya.
“Ini menyangkut data dan seterusnya yah, itu dinas kesehatan yang pegang datanya, saya tidak pegang datanya. Intinya sudah proses secara internal sesuai ketentuan di manajemen proyek mereka, kita sama sama tunggu hasilnya,” jelas Zulkifli.
Zulkifli juga masih menanti proses internal sesuai ketentuan di manajemen proyek mereka. “Kita sama-sama tunggu hasilnya. Sekarang juga lagi masuk BPK dalam artian pemeriksaan secara keseluruhan, mungkin salah satunya masalah ini akan di review juga. Kita tunggu lah sabar,” ujarnya.
Sebelumnya, Politisi senior Gerindra Balikpapan, yang juga Wakil Ketua DPRD, M Taqwa mengamini, saat ini usulan pansus masih dalam proses.
“Beberapa fraksi sudah memasukkan usulan pansus, kita coba dalami rencana ini,” papar Taqwa, kepada media ini, Senin (9/2/2026).
Ia menyarankan kepada Komisi 4 sebagai mitra terkait pembangunan Rumah sakit untuk segera melakukan inventarisir segala sumber permasalahan, kemudian mendalaminya.
“Kita meminta teman-teman Komisi 4 untuk bisa memberikan rekomendasi untuk pansus ini, apakah bisa kita segerakan atau seperti apa,” imbuh Taqwa.
Terkait usulan pansus, sampai kini masih terus berproses. Tidak ada fraksi yang mundur.
“Memang kan sedang berproses, ada tahapan yang kita lalui, lalu Komisi 4 segera menyelesaikan pengumpulan datanya. Selanjutnya memanggil beberapa dinas terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif,” tegasnya.
Taqwa menjelaskan alasan usulan pansus lantaran proyek ini dinilai bermasalah.
“Kita ketahui proyek ini tidak sesuai yang diharapkan, ada keterlambatan pekerjaan progres yang tidak sesuai harapan semua. Masyarakat Balikpapan khususnya Balikpapan Barat juga kecewa karena RS ini sudah dinantikan sejak lama tapi tidak selesai juga,” jelasnya.
Ia juga meminta pihak terkait memeriksa hal-hal terkait pelaksanaan proyek tersebut. “Kan ada Inspektorat, BPK dan segala macam,” katanya.
Segendang sepenarian. Politisi senior PDIP, sekaligus Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono, juga mengamini ada beberapa fraksi telah mengajukan surat ke ketua Parlemen terkait usulan pansus.
“Nantinya ketua DPRD akan menindak lanjuti, karena surat, jadi harus menindak lanjuti. Kemarin saya dengar baru tiga, ga tau kalau ada lagi jadi empat fraksi. Tapi bagaimanapun pansus ini harus kita tindak lanjuti,” tega Budiono.
Ia mengingatkan tugas Dewan menganggarkan, setelah itu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Menurutnya proyek RS di Balikpapan Barat itu dulunya proyek multiyears yang tidak selesai dan sudah diperpanjang. “Tapi ternyata tidak selesai juga. Secara teknis infonya ada di OPD terkait, laporannya baru kurang lebih 20 persen,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai usulan pansus harus terus ditindak lanjuti. “Nanti kita tindaklanjuti, nanti ada rapat pimpinan, batas waktunya sesuai regulasi aja,” imbuh Budiono.
Taufik Hidayat












