CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai 0 persen pada 2026.
Target itu dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang karib disapa Cak Imin.
Ia menyampaikan hal itu usai bertemu Presiden Prabowo, pada Selasa, (12/5/2026).
Cak Imin bilang, pihaknya telah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai prioritas pengentasan kemiskinan. Daerah-daerah itu akan menjadi fokus kerja kementerian dan lembaga agar target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai.
“Ada 88 kabupaten/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan supaya kabupaten/kota ini segera menjadi konsentrasi kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem 0 persen 2026 bisa terwujud,” ujarnya.
Pihaknya optimistis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 dapat menurun sampai 0 persen.
“Sedangkan kemiskinan 5 persen di tahun 2029,” imbuhnya.
Cak Imin menyebut, Presiden tengah menyiapkan sejumlah kebijakan khusus untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Namun, kebijakan itu akan diumumkan langsung Kepala Negara. “Sejumlah kebijakan khusus Presiden sendiri yang akan mengumumkannya nanti,” kata Cak Imin.
Ia juga memaparkan perkembangan angka kemiskinan nasional.
Pihaknya mengklaim, angka kemiskinan Indonesia tahun 2024 berada di level 8,57 persen dan turun menjadi 8,25 persen pada 2025.
Pemerintah kini mengejar target kemiskinan berada di angka 7,36 persen pada 2026. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem ditargetkan turun menjadi 0,38 persen pada tahun ini dan mencapai 0 persen di akhir 2026.
Target kemiskinan ekstrem 0,99 persen dan tahun ini maksimal 0,38 atau akhir tahun 0 persen kemiskinan ekstrem. “Alhamdulillah 2025 ada di angka 0,78 persen,” ujarnya.
Yan Andri












