CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Program pengiriman dai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Jika awal pelaksanaan jumlah dai yang dikirim hanya belasan orang, kini meningkat hingga ribuan dai. Tahun ini jumlah dai yang dikirim melampaui target.
“Dari target 1.500 dai, alhamdulillah terealisasi sebanyak 2.199 dai yang dikirim ke wilayah 3T,” kata Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, Rabu.
Muchlis melalui keterangannya di laman Kemenang, mengatakan, program pengiriman dai ke wilayah 3T langkah strategis memperkuat pemahaman keagamaan.
Sekaligus menanamkan nilai toleransi, serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat di pelosok negeri.
“Dakwah tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok negeri.
Menurutrnya semua pihak memiliki tanggung jawab menghadirkan dakwah yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Ini bukan hanya tugas negara, tetapi tugas kita bersama sebagai umat,” imbuhnya.
Ia bilang, saat ini masih ada masyarakat di wilayah terpencil yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan memahami praktik ibadah dengan baik.
Karena itu, program pengiriman dai akan terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang.
Selain penguatan pemahaman keagamaan, Muchlis menilai dakwah memiliki peran penting merespons persoalan sosial di masyarakat.
Misalnya, ketahanan keluarga, kemiskinan, hingga budaya pemborosan makanan.
Katanya, di satu sisi ada jutaan ton makanan terbuang setiap tahun, di sisi lain masih banyak masyarakat yang kesulitan makan.
Ini menjadi tugas dakwah kita untuk mengedukasi masyarakat tentang etika konsumsi dalam Islam,” ujarnya. Kementerian Agama mengapresiasi partisipasi, keterlibatan, perhatian, dan totalitas seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program ini.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, mengatakan, sinergi pemerintah bersama BAZNAS dan berbagai LAZ terus diperkuat dalam program pemberdayaan umat, termasuk mendukung pengiriman dai ke wilayah 3T.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lembaga yang telah mengirimkan dai dan mendukung program ini.
“Dukungan itu tidak hanya diberikan ke Bimas Islam, tapi juga kepada sektor pendidikan Islam melalui program beasiswa dan penguatan sumber daya manusia,” kata Waryono.
Menurutnya, keberadaan lembaga zakat dan filantropi semakin penting di tengah kebutuhan masyarakat di daerah terpencil yang masih memerlukan perhatian bersama.
Mila










