CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Hanya kurun sembilan bulan menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor dinilai membawa perubahan signifikan bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pencapaian itu diraih meski di tengah badai defisit anggaran yang cukup besar.
Kondisi fiskal yang lemah tak menyurutkan langkah Bupati Mudyat Noor untuk terus menjalankan program-program prioritas yang berpihak kepada masyarakat.
Sejumlah pencapaian strategis berhasil direalisasikan dalam kurun waktu tersebut.
Mudyat menyebut, di sektor pendidikan pihaknya melakukan revitalisasi satuan pendidikan dan menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah gratis melalui program Kartu Penajam Cerdas.
Program ini bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan akses pendidikan yang merata.
Ia bilang, efisiensi bukan alasan berhenti membangun daerah.
“Justru ini menjadi ujian sejauh mana kita bisa berinovasi demi kepentingan rakyat,” ujar Mudyat Noor, belum lama ini.
Capaian lain, misalnya dalam penguatan tata kelola aset daerah yang menjadi perhatian utama, disertai pengembangan potensi sawit nasional sebagai salah satu sektor unggulan daerah.
Adapun di bidang infrastruktur, Mudyat Noor aktif memperjuangkan pembangunan Jembatan Riko, pelebaran jalan provinsi dan Jalan Silkar, serta peningkatan saluran Daerah Irigasi di kawasan Babulu.
Upaya lain yang terus dikawal pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake dan Bendung Lawe-Lawe, serta realisasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Buluminung.
Ia menyampaikan, pihaknya juga fokus pada penanganan rumah tidak layak huni dan penyediaan rumah subsidi murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kemudian, di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkab PPU menggalakkan konsumsi beras lokal sebagai produk unggulan daerah.
Kebijakan ini dinilai sebagai dukungan nyata terhadap petani lokal.
“Program pemberdayaan lain meliputi Kampung Nelayan Merah Putih, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, serta gerakan Masuk Sekolah Bisa Baca Alquran,” imbuh Mudyat.
Menurutnya, seluruh program itu dirancang untuk memastikan pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Dengan berbagai capaian itu, kepemimpinan Mudyat Noor dalam sembilan bulan menunjukkan pencapaian dan konsistensi untuk membangun PPU berkelanjutan, meski di tengah defisit anggaran.
Taufik Hidayat












