CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Gerakan Perjuangan Islam, Hamas, menyerukan peningkatan konfrontasi terhadap pasukan pendudukan Zionis Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Seruan ini menyusul eksekusi empat anggota dari satu keluarga Palestina di kota Tamoun, selatan Tubas. Pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kendaraan keluarga tersebut, menewaskan seorang ayah, ibu, dan dua anak mereka.
Dalam pernyataan pers pada Ahad, seperti dilansir Days of Palestine, Hamas menggambarkan insiden di Tamoun sebagai “eksekusi lapangan” dan “kejahatan perang baru” yang dilakukan pendudukan Israel.
Hamas menekankan serangan itu mencerminkan “sifat kriminal” pasukan Israel, yang sengaja menargetkan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Hamas juga menegaskan tindakan tersebut tidak akan menanamkan rasa takut di kalangan warga Palestina.
Sebaliknya, tindakan tersebut justru diharapkan dapat meningkatkan kemarahan dan memperkuat tekad untuk melawan pendudukan.
Gerakan tersebut menyerukan kepada warga Palestina di seluruh Tepi Barat untuk meningkatkan konfrontasi di semua titik kontak.
Selain itu menyatukan upaya mereka, dan menggunakan semua bentuk perlawanan sebagai tanggapan terhadap kejahatan pendudukan.
Insiden Tamoun bagian dari eskalasi yang lebih luas di Tepi Barat bagian utara yang menyebabkan lima warga Palestina tewas dalam beberapa jam terakhir.
Selain empat anggota keluarga Tamoun, seorang pemuda Palestina lainnya juga tewas dibunuh oleh pemukim Israel di selatan Nablus.
Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, pasukan Israel dan para pemukim telah mengintensifkan serangan di Tepi Barat.
Serangan-serangan ini meliputi pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, perusakan properti, pengusiran paksa, dan perluasan pemukiman yang terus berlanjut.
Sumber-sumber Palestina melaporkan serangan ini telah menewaskan sedikitnya 1.125 warga Palestina dan melukai sekitar 11.700 lainnya. Sekitar 22.000 warga Palestina telah ditahan sejak konflik dimulai.
Zionis Bunuh Empat Keluarga Palestina
Diketahui, pasukan Zionis Israel menembak dan membunuh empat anggota keluarga Palestina yang sama pada Ahad pagi setelah melepaskan tembakan ke arah kendaraan di kota Tammun, sebelah utara Tepi Barat yang diduduki.
Para korban termasuk seorang ayah, seorang ibu, dan dua anak kecil mereka, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi para korban sebagai Ali Khaled Sayel Bani Ouda, 37 tahun; istrinya, Waad Othman Aql Bani Ouda, 35 tahun; dan anak-anak mereka, Mohammad Bani Ouda, 7 tahun, dan Othman Bani Ouda, 5 tahun.
Laporan medis menyebutkan para korban menderita luka tembak di kepala dan wajah. Sumber lokal mencatat bahwa salah satu anak tersebut memiliki kebutuhan khusus.
Palang Merah Palestina mengkonfirmasi bahwa tim mereka menerima jenazah empat korban dari dalam kendaraan setelah pasukan Israel menembakinya.
Organisasi tersebut mengatakan bahwa paramedis mereka awalnya dicegah untuk mencapai lokasi kejadian meskipun ada laporan tentang korban luka.
Laporan setempat menyatakan bahwa pasukan khusus Israel memasuki Tammun sebelum kedatangan bala bantuan militer melalui pos pemeriksaan terdekat.
Para tentara kemudian melepaskan tembakan ke arah mobil, menewaskan keempat anggota keluarga tersebut.
Tim Bulan Sabit Merah kemudian menerima dua anak dari lokasi kejadian yang awalnya diyakini terluka, meskipun pemeriksaan awal menunjukkan bahwa mereka tidak terluka.
Paramedis mengatakan pasukan pendudukan Israel awalnya memblokir akses mereka ke kendaraan dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan area tersebut, meskipun ada indikasi orang-orang yang terluka masih berada di dalam.
Akses diberikan kemudian, dan tim penyelamat menemukan empat jenazah dari dalam mobil.
Menyusul penggerebekan di rumah mereka di Tammun, pasukan pendudukan Israel menahan Mahmoud Hassan Bani Ouda dan putranya, Hassan Mahmoud Bani Ouda.
Penggerebekan di Tepi Barat
Pasukan Zionis Israel juga melakukan penggerebekan di beberapa lokasi di seluruh Tepi Barat bagian utara.
Zionis memasuki kota Qabatiya dan Al-Yamun di Kegubernuran Jenin, menggeledah rumah-rumah dan merusak properti.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa seorang pemuda di Al-Yamun ditahan sebentar dan diinterogasi di tempat kejadian.
Serangan lain menargetkan Beit Furik, di mana pasukan Israel menembakkan granat kejut dan gas air mata tanpa laporan penangkapan atau korban luka.
Di Kegubernuran Salfit, tentara memasuki daerah yang dikenal sebagai Wadi al-Shaer antara Al-Lubban ash-Sharqiya dan kota Salfit, mendirikan pos pemeriksaan militer dan meluncurkan suar penerangan di dekat pos pemukim yang baru didirikan.
Warga mengatakan daerah tersebut telah berulang kali menyaksikan penyusupan oleh pemukim, khususnya di dekat Universitas Al-Zaytouna dan desa-desa terdekat.
Di Tepi Barat bagian selatan, seorang warga Palestina berusia 36 tahun ditembak di kaki oleh pasukan Israel di kota Tarqumiyah, sebelah barat Hebron.
Sumber keamanan dan medis mengatakan pria tersebut, seorang penduduk Beit Ula, terkena peluru tajam di dekat tembok pemisah yang dibangun di tanah Palestina. Ia dipindahkan ke rumah sakit Bulan Sabit Merah di Hebron, di mana dokter menggambarkan kondisinya sedang.
Insiden lain terjadi di Pos Pemeriksaan Beit Iksa, barat laut Yerusalem. Pasukan Israel menembak Ahmed Khalil Sader Saleh, 43 tahun, di dekat pos pemeriksaan tersebut.
Jenis luka yang dideritanya belum segera jelas. Saksi mata mengatakan tentara juga menyerang putranya yang berusia 20 tahun, Khalil Ahmed Saleh, selama insiden tersebut.
Mila












