CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Menjelang Lebaran 1447 H, ribuan calon pemudik memadati kawasan Pelabuhan Semayang sejak Sabtu.
Mereka mulai meninggalkan Balikpapan menuju Surabaya. PT PELNI bersama sejumlah BUMN melepas keberangkatan pemudik melalui program Mudik Gratis BUMN 2026 di Pelabuhan Semayang, pada Sabtu (14/3/2026) pagi.
Sebanyak 1.230 peserta mudik gratis diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan KM Dorolonda. Program ini kolaborasi sejumlah BUMN, yakni PELNI, PLN, Telkomsel, dan Askrindo.
Kapal KM Dorolonda yang mengangkut para pemudik berlayar dari Pelabuhan Semayang pada pukul 09.00 Wita.
Kapal ini membawa penumpang program mudik gratis sekaligus penumpang reguler yang telah membeli tiket.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan dari total 1.230 pemudik, sebanyak 445 tiket disediakan PELNI.
Adapun PLN menyediakan 530 tiket gratis, Telkomsel menyediakan 200 tiket, dan Askrindo menyediakan 55 tiket.
“PELNI bersama BUMN yang mengoordinir mudik gratis seperti PLN, Askrindo, Telkomsel, dan PELNI memberangkatkan 1.230 penumpang gratis dari Balikpapan menuju Surabaya,” jeals Anik.
Anik bilang, program mudik gratis tidak hanya dilaksanakan di Balikpapan, tetapi juga di sejumlah titik lainnya di Indonesia.
Totalnya, PELNI menargetkan sebanyak 3.636 penumpang dapat diberangkatkan melalui program mudik gratis tahun ini.
“Nanti setelah arus balik kami juga sedang merencanakan dengan kementerian terkait untuk program balik mudik gratis, tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang berangkat,” ujarnya.
Selain menyediakan tiket gratis, PELNI juga memberikan keringanan harga bagi penumpang reguler. Di mudik Lebaran tahun ini, tiket kapal mendapat diskon sebesar 30 persen sebagai bagian dari program stimulus pemerintah.
Anik bilang, harga tiket rute Balikpapan–Surabaya yang sebelumnya berada di kisaran Rp530 ribu kini turun menjadi sekitar Rp379 ribu.
“Ini stimulus yang diluncurkan pemerintah untuk membantu masyarakat supaya meringankan biaya perjalanan selama mudik Lebaran,” jelasnya.
Menurutnya minat masyarakat menggunakan transportasi laut saat musim mudik terus meningkat. Pada periode normal, rata-rata jumlah penumpang rute Balikpapan–Surabaya berkisar antara 400 hingga 500 orang.
Namun di periode puncak mudik, PELNI menyiapkan sekitar 700 tiket untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
“Artinya minat masyarakat untuk naik kapal menuju kampung halamannya masih sangat luar biasa,” kata Anik.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan program mudik gratis yang dihelar PLN telah berjalan selama tiga tahun dengan berkoordinasi bersama BUMN.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 25 Februari lalu bahkan langsung habis pada hari yang sama.
“Begitu kami buka pendaftaran tanggal 25 Februari, siang harinya langsung habis. Antusiasmenya luar biasa dan mudah-mudahan ini membantu masyarakat,” ujarnya.
Chaliq menyebutkan kuota pemudik dari PLN wilayah Kalimantan Timur tahun ini mencapai sekitar 550 orang.
Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 250 orang.
Tahun lalu PLN juga menyediakan moda transportasi bus dari Balikpapan menuju Banjarmasin. Adapun tahun ini seluruh peserta mudik berangkatk menggunakan kapal laut bekerja sama dengan PELNI dengan tujuan Balikpapan–Surabaya.
“Kalau tahun lalu ada bus dari Balikpapan ke Banjarmasin. Tahun ini sudah tidak ada, jadi semuanya menggunakan kapal laut bekerja sama dengan PELNI,” jelasnya.
Menurutnya para pemudik yang mengikuti program ini mendapatkan sejumlah fasilitas tambahan seperti selimut dan sandal yang telah termasuk dalam paket perjalanan.
Tetapi, “Untuk uang saku tidak ada, tetapi fasilitas tambahan seperti selimut dan sandal sudah kami siapkan,” katanya.
Taufik Hidayat












