CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Persiba Balikpapan ditaklukan tim tamu Kendal Tornado FC, dengan skor 1:3 saat bermain di kandang sendiri.
Tim berjuluk Beruang Madu itu kembali menelan kekalahan di kandang. Kali ini tuan rumah kembali kehilangan poin penting kalah dari Kendal Tornado FC di Stadion Batakan, Ahad (28/12/2025) malam.
Kekalahan Beruang Madu, berawal dari titik 12 pas yang diterima tim tamu di menit ke-33.
Wasit Agus Fauzan Arifin menunjuk titik putih usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Keputusan itu sempat memicu protes dari pemain Persiba dan membuat pertandingan sempat terhenti.
Abdul Rahman cs menilai keputusan wasit tidak adil.
Usai laga dilanjutkan, penalti akhirnya dieksekusi di menit ke-54 babak pertama. Patrick Cruz yang menjadi eksekutor membobol gawang Persiba.
Enam menit dari penalti itu, Beruang Madu kembali kebobolan. Lagi-lagi mantan legiun asing Mitra Kukar mencatatkan skor tambahan lewat penalti. Skor 0-2 bagi Kendal menutup pertandingan di babak pertama.
Di babak kedua, Persiba berupaya bangkit. Beruang Madu mampu sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-49 melalui penalti Takumu Nishihara.
Namun gol itu hanya menjadi penghibur bagi tuan rumah.
Sebab, di menit ke-83, Patrick Cruz kembali menjadi momok bagi Persiba setelah mencetak gol ketiganya. Gol ini sekaligus mengukuhkan kemenangan Kendal Tornado FC dengan skor 1-3.
Pelatih Persiba Balikpapan, M Nasuha mengaku anak asuhnya sudah bermain bagus di babak pertama, sebelum terjadi penalti yang cukup keliru diputuskan tim VAR.
Pihaknya sempat meminta untuk cek VAR ulang, sebab dinilai ada kekeliruan, karena sebelum terjadi pelanggaran, pemain Kendal terlebih dahulu handsball.
“Tapi tidak dilakukan ulang. Jika memang itu wajar penalti, kami terima. Tapi sejatinya keputusan itu mengganggu psikologi pemain,” keluh Nasuha.
Lima pertandingan tanpa kemenangan, jelas sebuah kerugian bagi skuad Beruang Madu.
Di sisi lain, saat bursa transfer telah dibuka, namun Persiba belum mendatangkan pemain unggulan. Berbeda dengan PSIS Semarang yang berada di dasar klasemen, justru melakukan perombakan besar.
Menyoal itu, Nasuha mengatakan tetap puas dengan penampilan anak asuhnya.
“Kami tidak ingin kalah, tapi inilah sepakbola. Tentu ada evaluasi. Tapi untuk penambahan pemain, sebenarnya perlu, tapi harus melihat kondisi manajemen seperti apa,” katanya.
Ia menambahkan, jika kelak tidak ada penambahan pemain, pihaknya akan tetap memaksimalkan pemain yang sudah ada.
Taufik Hidayat












