CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Kantor Berita Korea (KCNA), merilis gambar peluncurkan rudal jelajah Korea Utara, pada Senin (29/12/2025). Satu dari tiga item proyektil melayang di udara, yang turut disaksikan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Peluncuran tersebut kemungkinan akan menguji pengiriman hulu ledak senjata konvensional dan nuklir, kata seorang ahli.
Kim Jong Un ikut mengawasi peluncuran rudal jelajah strategis jarak jauh pada hari Ahad, yang menegaskan integritas kekuatan nuklirnya dan kesiapan serangan balik menghadapi ancaman keamanan, demikian dilaporkan media pemerintah KCNA, pada Senin.
Peluncuran ini termasuk agenda terbaru yang dihadiri Kim dalam serangkaian aktivitas pemimpin Korea Utara tersebut.
Kim menggarisbawahi kemajuan militer dan ekonomi negara itu sebelum kongres partai penguasa utama yang diperkirakan akan diadakan awal tahun 2026.
Kim menyatakan “kepuasan yang besar” ketika rudal jelajah tersebut terbang mengikuti orbitnya di atas laut sebelah barat Semenanjung Korea dan mengenai sasarannya, dilaporkan KCNA.
Kim mengatakan bahwa “memeriksa keandalan dan respons cepat komponen penangkal nuklir DPRK secara berkala adalah sebuah latihan yang bertanggung jawab,” karena negara tersebut “menghadapi berbagai ancaman keamanan.”
Kim menegaskan Korea Utara akan terus mencurahkan seluruh upayanya untuk pengembangan “tanpa batas” kekuatan tempur nuklirnya, sambung laporan KCNA.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pada Senin bahwa militer mereka telah mendeteksi peluncuran beberapa rudal jelajah sekitar pukul 8 pagi pada hari Ahad (2300 Sabtu GMT) dari daerah Sunan dekat Pyongyang.
Serangkaian aktivitas militer oleh Korea Utara dalam seminggu terakhir, termasuk pekerjaan yang sedang berlangsung untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, adalah “aktivitas yang merusak perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan.
Peluncuran pada Ahad ini menyusul laporan KCNA pekan lalu bahwa Kim telah mengamati pembangunan kapal selam bertenaga nuklir bersama putrinya.
Yang kemungkinan akan menjadi penerusnya, dan mengawasi uji tembak rudal permukaan-ke-udara jarak jauh. Korea Utara mungkin akan melakukan uji coba rudal tambahan sekitar Hari Tahun Baru, kata kantor berita Yonhap, mengutip pejabat militer Korea Selatan.
Militer Korea Selatan menolak berkomentar tentang kemungkinan peluncuran lebih lanjut.
Hong Min, ahli Korea Utara di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul, mengatakan peluncuran pada hari Ahad, kemungkinan besar uji coba peningkatan rudal jelajah yang mampu mengirimkan senjata konvensional dan nuklir.
Kim juga menghadiri upacara pembukaan pabrik kertas pada Ahad, menurut KCNA.
Sebelumnya, Kim juga menghadiri berbagai peresmian fasilitas termasuk pabrik dan hotel, seiring negara tersebut berupaya menyelesaikan “rencana lima tahun” pembangunan saat ini, sebelum mengadakan Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea yang berkuasa pada awal tahun 2026.
Yan Andri











