CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan syahidnya sejumlah pemimpin senior mereka, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, (29/12/2025) sore waktu Gaza.
Dalam pengumuman resmi yang disebarkan lewat saluran media Al-Qassam dan dilaporkan Quds News Network, kelompok tersebut menyatakan beberapa komandan mereka telah gugur sebagai syuhada.
Nama-nama yang disebut dalam pernyataan tersebut, antara lain Abu Ubaidah, Mohammed al-Sanwar, Mohammed Shaban, Raed Sa’ad, serta Abu Omar al-Suri.
Identitas Abu Ubaidah sebagai juru bicara militer Al-Qassam selama bertahun-tahun telah menjadi subjek berbagai laporan media.
Abu Ubaidah telah menjadi suara kunci Hamas di Gaza, meirlis pernyataan perkembangan terkini di medan perang.
Radio Angkatan Darat Israel mencatat tentara telah gagal membunuh Abu Ubaidah dalam dua upaya sebelumnya sejak awal perang di Gaza.
Abu Ubaidah telah menjadi simbol perlawanan Palestina sejak dia muncul pertama kali di depan umum pada 25 Juni 2006.
Ketika itu, ia mengumumkan perlawanan telah melakukan Operasi Ilusi Penghilangan, yang berujung pada terbunuhnya dua tentara Israel dan tertangkapnya prajurit Gilad Shalit.
Menurut laporan intelijen dan media internasional, nama asli yang sering dikaitkan dengannya adalah Hudhayfa Samir Abdallah al-Kahlout.
Nama itu dikenal luas di berbagai laporan media sebagai tokoh yang muncul dengan nama samaran selama bertahun-tahun, dalam komunikasi militer kelompok pejuang tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Al-Qassam tidak merinci secara terperinci kondisi atau peristiwa yang menyebabkan kematian para tokoh tersebut, termasuk Abu Ubaidah.
Gugur di Medang Juang
Hingga saat ini belum tersedia bukti independen yang dapat diverifikasi secara terpisah oleh lembaga internasional mengenai klaim tersebut.
Pernyataan Al-Qassam juga tidak menyebut waktu dan lokasi pasti saat masing-masing tokoh dinyatakan gugur.
“Brigade Al-Qassam mengumumkan gugurnya juru bicara resminya, Abu Ubaidah, bersama sejumlah pimpinan Dewan Militer, menegaskan penunjukan juru bicara baru untuk melanjutkan perjuangan,” bunyi pernyataan Hamas.
“Kami menekankan, darah para syuhada akan tetap menjadi bahan bakar perlawanan hingga pembebasan,” tegas pernyataan itu.
Informasi syahidnya Abu Ubaidah dilaporkan media yang berafiliasi dengan Hamas dan sejumlah media internasional.
“Kami berduka atas komandan bertopeng Abu Ubaida, yang bernama asli Hudhaifa Samir Abdullah Al-Kahlout atau Abu Ibrahim, juru bicara Brigade Al-Qassam,” bunyi pernyataan Brigade al-Qassam dilaporkan Al Jazeera.
Abu Ubaidah, Sosok yang pernah menggemparkan dunia lewat public speakingnya.
Di setiap konflik besar, semisal perang 2008–2009, 2014, hingga eskalasi setelah serangan 7 Oktober 2023, beliau tampil sebagai suara utama Brigade al-Qassam.

Middle East Eye menggambarkannya sebagai: Sosok yang menjadi lebih dari sekadar juru bicara, melainkan simbol perlawanan Palestina.
Ia menjadi idola bagi masyarakat dunia, lintas negara, lintas usia. Sumber di Hamas mengatakan hanya sedikit orang yang mengetahui identitas aslinya sebelum kematiannya.
Abu Ubaidah, nama samaran yang digunakan selama Intifada Kedua atau sekitar tahun 2000-2005, saat beliau pertama kali muncul di depan umum.
Dinanti Masyarakat Dunia
Abu Ubaidah menjabat sebagai juru bicara Brigade Qassam selama bertahun-tahun tanpa mengungkapkan nama aslinya.
Sosoknya mashyur setelah operasi Banjir Al-Aqsa, 7 Oktober 2023. Abu Ubaidah kerap memberi rincian dan kemajuan operasi militer perlawanan dan menjelaskan posisi di garis depan.
Ia hampir setiap hari dinantikan masyarakat Aran dan dunia selama dua tahun terakhir.
Meski sedikit yang diketahui soal kehidupannya, Abu Ubaidah alias Hudhaifa Samir Abdullah Al-Kahlout, pernah menyebut dalam sebuah wawancara 2005: jika keluarganya dipindahkan paksa penjajah Zionis saat peristiwa Nakba tahun 1948.
Kala itu, ia menyatakan berusia awal 20-an, dan menyiratkan lahir di medio 1980-an. Sumber di Hamas menyebut hanya sedikit orang yang mengetahui identitas aslinya sebelum kematiannya.
Penampilan publik pertamanya sebagai juru bicara Brigade Qassam, tahun 2004. Ia mengadakan konferensi pers bulan Oktober selama serangan darat Israel di Gaza utara.
Sejak saat itu, ia menjadi satu-satunya juru bicara militer kelompok tersebut, menyampaikan pidato dan informasi terkini di medan perang melalui platform media resmi Hamas.
Jubir Baru, yang Juga Bernama Abu Ubaidah
Perannya diresmikan di kantor media Hamas pada tahun 2004. Penampilan besar pertamanya terjadi pada tahun 2006 ketika ia mengumumkan penangkapan tentara Israel Gilad Shalit.
Tahun 2014, ia juga orang pertama yang mengumumkan penangkapan tentara Israel lainnya, Shaul Aron.
Dalam pernyataan terkini, Hamas telah menunjuk juru bicara baru yang nama sandinya juga Abu Ubaidah. Yang sosoknya juga menjadi misteri.
Sosok di balik kefiyah merah, Abu Ubaidah atau Hudhaifa Samir Abdullah Al-Kahlout alias Abu Ibrahim, kini telah pergi meninggalkan dunia. Selama-lamanya.
Identitas sosok di balik kefiyah merah itu, telah terungkap, tapi warisan simboliknya bagi perjuangan Palestina akan terus bertahan.
Akan terus muncul Abu Ubaidah, Abu Ubaidah yang baru.
Selamat jalan, Abu Ubaidah Al-Kahlout. Perjuangan dan pengorbananmu akan selalu dikenang penduduk langit dan bumi.
Mila











