SEKITARKALTIM.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Satuan Polisi Pamong Praja memperketat pengawasan di sekitar Jembatan Mahakam Ulu. Langkah ini diambil menyusul insiden kapal ponton bermuatan batu bara yang menabrak pilar jembatan beberapa waktu lalu.
Pengawasan dilakukan sebagai upaya preventif menjaga keselamatan pelayaran sekaligus melindungi infrastruktur strategis daerah. Sebagai langkah pengamanan, Satpol PP Kaltim memasang spanduk larangan melintas di bawah jembatan.
Spanduk itu berisi larangan melintas bagi kapal atau ponton bermuatan di atas 200 feet, mengingat pengaman fender Jembatan Mahakam Ulu mengalami kerusakan usai insiden penabrakan.
Kepala Satpol PP Kaltim, Munawwar menjelaskan langkah ini tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas instansi bersama KSOP, Polairud, Dinas PUPR, Dishub, serta unsur pengamanan lainnya.
“Sebagai upaya pencegahan terjadinya kerusakan infrastruktur serta menjaga keselamatan dan keamanan Jembatan Mahulu, khususnya dari risiko benturan kapal atau tongkang bermuatan besar,” jelas Munawwar dalam keterangan tertulisnya, dinukil Rabu (24/12/2025).
Karena itu, lanjutnya, dipandang perlu dilakukan pemasangan media informasi berupa spanduk. Spanduk itu berisi imbauan larangan melintas bagi kapal/tongkang dengan muatan di atas 200 feet.
Munawwar memaparkan, kondisi pilar jembatan yang mengalami pengelupasan beton membuat aktivitas pelayaran dengan muatan besar sangat berisiko.
Karena itu, lanjutnya, pengawasan akan dilakukan langsung di lapangan, baik melalui patroli maupun pemantauan jalur sungai.
Jika ditemukan pelanggaran, penanganan akan diserahkan kepada KSOP dan Polairud sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski begitu, ia memastikan untuk lalu lintas kendaraan di atas jembatan belum ditutup total. Namun, kendaraan berat mulai dibatasi sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis dari PUPR.
Jika diperlukan, jalur alternatif seperti Jembatan Mahakam I akan disiapkan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Pemprov Kaltim mengimbau seluruh pelaku pelayaran dan masyarakat untuk mematuhi aturan yang ditetapkan demi keselamatan bersama dan menjaga keamanan infrastruktur vital di Sungai Mahakam.
Yan Andri









