
SEKITARKALTIM.ID – Kegagalan Borneo FC membawa tiga poin saat bertandang melawan Persebaya Surabaya, membuat jarak Persib Bandung kian dekat untuk menyalip di posisi klasemen.
Saat ini, skuad Pesut Etam yang menempati posisi puncak klasemen dengan 34 poin semakin dikejar Maung Bandung, yang menempati posisi kedua.
Persib Bandung perlahan namun pasti berhasil mengoleksi 31 poin, hanya selisih tiga poin untuk menyalip posisi klasemen puncak yang dipegang Pesut Etam.
Awalnya kemenangan Borneo FC versus Persebaya Surabaya sudah di depan mata, namun seketika buyar akibat keputusan VAR yang menuai kontroversi.
Skuad Pesut Etam sempat unggul hingga menit ke-89, namun akhirnya harus puas berbagi angka usai ditahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 pada pekan ke-15 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, pada Sabtu (20/12/2025) malam.
Di pekan yang sama, Persib Bandung berhasil menumbangkan Bhayangkara FC, dengan skor 2-0, pada Ahad (21/12/2025). Mereka bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Persib Bandung, yang mendapat julukan Maung Bandung semakin dekat menyusul posisi puncak Pesut Etam. Tim berjuluk Maung Bandung, sebuah julukan yang telah populer sejak era 1990-an itu, menampilkan performance terbaiknya di laga pekan ke-15 Super League.
Maung Bandung kian menekan Pesut Etam di puncak klasemen yang baru ditahan imbang Persebaya Surabaya. Sebelum itu, Borneo FC juga telah menelan kekalahan.
Dengan selisih hanya tiga poin antara Pesut Etam dan Maung Bandung, membuat persaingan papan atas semakin sengit jika duel Semen Padang vs Persija Jakarta mampu dimenangkan tim Ibu Kota.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menilai laga melawan Persebaya berjalan sangat intens dan berkualitas tinggi, namun diwarnai keputusan VAR yang menurutnya keliru dan merugikan timnya.
"Kita tahu beberapa pemain penting mereka tidak main. Mereka harus lebih agresif untuk kompensasi itu. Saat kita menunggu, kita justru kebobolan. Tapi pertandingan ini menurut saya sangat-sangat luar biasa," ujar Fabio Lefundes, melalui keterangan resminya, dinukil Senin (22/12/2025).
Sorotan utama tertuju pada insiden kontak antara pemain Persebaya dan Joel Vinicius yang berujung pada keputusan VAR.
Lefundes menyebut, setelah ditinjau ulang, keputusan wasit dinilai tidak tepat, meski ia menegaskan tim tetap harus menerima hasil tersebut.
"Ada kontak pemain Persebaya dengan Joel Vinicius. Setelah ditinjau VAR, keputusan wasit keliru, tapi kita harus terima," jelasnya.
Ia menyampaikan, pertandingan berjalan dengan intensitas sangat tinggi. Di babak kedua, Borneo FC bahkan harus melakukan pergantian pemain lebih cepat akibat cedera, memaksa tim beradaptasi cepat dalam situasi sulit.
"Begitu kita menyerang, intensitas pertandingan sangat sengit. Kita dipaksa ganti satu pemain karena cedera. Kita harus cepat menyesuaikan dan cepat bikin gol," kata Lefundes.
Borneo FC sempat mencetak gol kedua lebih dulu, namun Persebaya mampu menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati.
Hasil imbang itu membuat Pesut Etam hanya berhasil membawa pulang satu poin, meski peluang kemenangan sempat terbuka lebar.
"Mereka hanya cetak gol dari set piece. Setelah hasil ini, kita masih punya peluang, tapi akhirnya hanya dapat satu poin," imbuhnya.
Kian Bergerak Menuju Putaran Kedua
Usai gagal membawa tiga poin, kini Borneo FC Samarinda mulai bergerak aktif di bursa transfer BRI Super League 2025/2026.
Kendati demikian, Pesut Etam akan merekrut pemain efektif sesuai kebutuhan tim. Fabio Lefundes, membenarkan timnya bakal bergerak aktif pada bursa transfer paruh musim Super League.
"Kita harus pintar mengendalikan keputusan, dua kaki harus pijak tanah, kita harus pintar juga karena ini terkait budget, pokoknya pilihan utama kita bagaimana bisa ambil pemain terbaik. Ke depan kita lihat apakah mampu membawa beberapa pemain," tutur Lefundes.
Lefundes menilai, perekrutan pemain bakal membuat kedalaman skuad semakin terjaga.
Hal ini diperlukan untuk rotasi dan adanya pemain utama yang mengalami cedera maupun akumulasi larangan bermain.
"Tapi yang paling sulit itu kehilangan satu pemain karena cedera, di pertandingan lawan Persebaya Maicon tak bisa hadir karena setelah pertandingan tadi kakinya luka," jelasnya.
Ia menegaskan seluruh skluad harus konsisten, untuk melakukan yang terbaik.
Lefundes memberi ilustrasi soal keinginan Borneo FC. "Pasti semua pelatih punya opsi terbaik, tapi bukan berarti opsi terbaik itu akan juara," tandasnya. Pihaknya berharap dapat membuat keputusan tepat dalam bursa transfer paruh musim, untuk meningkatkan performa tim.
Putaran Kedua Datangkan Pemain Argentina
Di sisi lain, Borneo FC secara resmi telah mendatangkan pemain asal Argentina, Marcos Astina, sebagai tambahan kekuatan tim untuk putaran kedua.
Pemain berusia 29 tahun ini sebelumnya bermain di San Telmo dengan catatan 27 kali penampilan, 4 gol, dan 4 assist.
Kehadiran Astina diharap dapat meningkatkan dimensi penyerangan Borneo FC, yang sejauh ini telah mencetak 27 gol dalam 15 pertandingan.
Dengan kedatangan Astina sebelum putaran kedua dimulai, juga diharapkan membuat Astina dapat beradaptasi cepat dan menampilkan performa gemilang. Sehingga dapat membantu mengangkat prestasi klub kebanggaan masyarakat Benua Etam, khusus warga Samarinda.
Taufik Hidayat









