CENDANA NETWORK, SEKITARKALTIM.ID – Sosok Dj Donny, tengah menjadi sorotan publik setelah sejumlah kritik kerasnya terhadap pemerintah viral di media sosial.
Konten kreator ini ramai diperbincangkan bukan hanya karena gaya penyampaiannya yang kritis, melainkan juga teror yang didapatnya paska menyuarakan berbagai sarkasnya.
Dj Donny, bernama lengkap Ramond Dony Adam, yang lahir di Ujung Pandang pada 18 Mei 1984. Ia berasal dari Aceh. Ia beragama Islam dan telah menetap di Jakarta untuk membangun karier.
Donny, dikenal luas sebagai DJ profesional sebelum aktif sebagai influencer media sosial. Sosok yang dikenal sebagai disc jockey ini, belakangan mendapat teror berturut-urut.
Dari pengiriman bangkai ayam sampai pelemparan bom molotov di kediamannya.
Ia mulai dikenal luas di industri hiburan malam Jakarta setelah meniti karier sebagai disjoki profesional.
Dari catatan profesionalnya, Dj Donny pernah menjadi DJ di salah satu kelab malam ternama di Jakarta sejak 2011.
Selain berkutat di balik turntable, ia juga mendirikan Jakarta Recordings dan aktif sebagai eksekutif di perusahaan swasta.
Kritikus Pemerintah
Beberapa tahun belakangan, ia aktif menyuarakan pandangannya ihwal isu kebijakan publik melalui akun media sosialnya.
Kritik DJ Donny sering menyentil kinerja pemerintah dan BUMN, khususnya terkait utang dan tata kelola.
Selain itu, ia juga vokal mengkritik pernyataan dan sikap pejabat publik yang dinilainya tak berpihak rakyat.
Dilihat dari sejumlah unggahannya, ia juga menilai komunikasi pemerintah cenderung arogan dan tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat.
Terbaru, ia juga bersuara keras terhadap penanganan bencana di Sumatera. Kritiknya juga menyasar kebijakan yang dinilai abai terhadap keselamatan warga serta kerusakan ekosistem.
Pembukaan lahan sawit, eksploitasi sumber daya alam, dan dampaknya terhadap masyarakat lokal menjadi tema berulang dalam konten sarkas yang diunggahnya.
Bukan Sekadar DJ
Meski dikenal sebagai DJ profesional, Donny sama sekali tak buta politik. Bahkan, keterlibatannya dalam isu politik bukan hal baru baginya.
Terbukti, Donny pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPR RI di Pemilu 2019 dari PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan Aceh I.
Meski dalam Pileg 2019, ia tidak berhasil lolos ke Senayan, namun pengalaman politiknya memperlihatkan kemampuannya dalam menilai kebijakan publik, jauh sebelum namanya viral sebagai pengkritik pemerintah.
Tak disangka, suara kerasnya dibalas tekanan.
Ia mengaku mendapat beberapa kali teror. Dari teror kiriman bangkai ayam sampai pelemparan bom molotov ke rumahnya, yang akhirnya ia melaporkan teror itu ke kepolisian.
Teror yang diperoleh Dj Donny mengundang simpati, tapi juga memantik kekhawatiran publik terkait kebebasan berekspresi dan keamanan masyarakat yang menyampaikan kritik.
Padahal, dalam beberapa pernyataannya, DJ Donny telah menegaskan: kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah.
Tetapi sebagai kontrol sosial agar kebijakan negara lebih berpihak kepada rakyat.
Faktanya, tak hanya DJ Donny yang kritis berbalas teror.
Dalam catatan media ini, hanya rentang tiga hari antara Senin sampai Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman.
Yakni, DJ Donny, konten kreator Sherly Annavita, aktivis lingkungan Iqbal Damanik, sampai aktor Yama Carlos. Mereka semuanya bersuara keras terhadap pemerintah, dan berbalas teror.
Taufik Hidayat











